Senin, 21 November 2016

Bab 10 Permintaan Input: Pasar Tenaga Kerja dan Tanah

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas



PERMINTAAN INPUT : SUATU PERMINTAAN TURUNAN
                Kuantitas output yang diproduksi oleh perusahaan (baik jangka pendek maupun jangka panjang) bergantung pada nilai yang dikenakan pasar pada produk perusahaan. Ini berarti bahwa permintaan input bergantung pada permintaan output. Dengan kata lain, permintaan input diturunkan (derived) dari permintaan output.
                Nilai yang ditetapkan pada suatu produk dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi produk itu akan menentukan produktivitas inpu tersebut. Secara formal, produktivitas suatu input adalah jumlah output yang diproduksi per unit input itu. Ketika sejumlah besar output diproduksi per unit sebuah input, input tersebut dikatakan memperlihatkan produktivitas tinggi. Ketika hanya sejumlah kecil output yang diproduksi perunit input, input itu dikatakan memperlihatkan produktivitas rendah. Input diterima oleh suatu perusahaan hanya jika rumah tangga meminta barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan itu. Harga dalam pasar input persaingan bergantung pada permintaan perusahaan atas input, penawaran input rumah tangga dan interaksi di antara keduanya.
               
INPUT : KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI
                Input bisa bersifat komplementer atau substitusi. Dua input yang digunakan bersama dapat meningkatkan, atau melengkapi satu sama lain. Permintaan input suatu perusahaan terkait erat satu sama lain. Peningkatan atau penurunan upah secara alamiah menyebabkan permintaan tenaga kerja berubah, tapi juga memiliki efekatas permintaan modal atau tanah. Oleh karena itu, jika kita hendak memahami permintaan input, kita harus memahami hubungan antara tenaga kerja, modal, dan tanah`
               
HASIL YANG MAKIN MENURUN
                Jangka pendek adalah periode dimana beberapa faktor produksi tetap membatasi kapasitas perusahaan untuk berekspansi. Dengan kondisi ini, perusahaan yang memutuskan untuk meningkatkan output akhirnya akan menghadapi hasil yang makin menurun. Secara lebih formal bisa dinyatakan, dengan skala tetap pabrik berarti maka produk marjinal input variabel pada akhirnya akan menurun. Produk marjinal tenaga kerja (MPL –marginal product of labor) adalah output tambahan yang diproduksi jika perusahaan menggunakan satu unit pekerja tambahan.

               
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
                Produk penerimaan marjinal (MRP-marginal revenue product) dari suatu input variabel adalah penerimaan tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan mempekerjakan unit input tambahan, cateris paribus. Jika tenaga kerja adalah faktor variabel, misalnya, merekrut unit tambahan akan menghasilkan output tambahan (produk marjinal dari tenaga kerja). Penjualan output tambahan itu akan menghasilkan penerimaan. Produk penerimaan marjinala adalah penerimaan yang diproduksi dengan menjual barang atau jasa yang diproduksi oleh unit marjinal tenaga kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk penerimaan marjinal adalah nilai produk marjinal suatu faktor.
                Dengan menggunakan tenaga kerja sebagai faktor variabel, kita bisa menyatakan daili, ini dengan lebih formal dengan mengatakan jika MPL adalah produk tenaga kerja marjinal dan PX adalah harga output, maka produk penerimaan marjinal dari tenaga kerja adalah :                                          
                                                                MRPL = MPL x PX

PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
                     Produk penerimaan marjinal (MRP) dari suatu input variabel adalah penerimaan tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan memperkerjakan unit input tambahan , ceteris paribus. Produk penerimaan marjinal adalah penerimaan yang diproduksi dengan menjual barang atau jasa yang diproduksi oleh unit marjinal tenaga kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk penerimaan marjinal adalah nilai produk marjinal suatu faktor.
MRP adalahProdukMarjinal Input dikaliHarga Output

PASAR TENAGA KERJA
                     Permintaan suatu input bergantung pada produk penerimaan marjinal input. Perusahaan kompetitif sempurna yang memaksimalkan laba akan membeli suatu input (misal : merekrut tenaga kerja) hingga di titik dimana produk penerimaan marjinal input sama dengan harga. Untuk perusahaan yang hanya menggunakan satu faktor produksi variabel, kurva MRP adalah kurva permintaan perusahaan untuk faktor itu dalam jangka pendek.
                     Untuk perusahaan kompetitif sempurna yang menggunakan satu faktor produksi variabel, tenaga kerja , kondisi W =  MRPLpersis sama dengan kondisi P = MC . Perusahaan membandingkan nilai output yang tercemin dalam harga outputatas nilai input yang tercemin dalam biaya marjinal.
Membandingkan Penerimaan Marjinal dengan Biaya Marjinal untuk Memaksimalkan Laba
Kurva biaya marjinal perusahaan bersaing sama dengan kurva penawarannya. Jadi, pada setiap harga output, kurva biaya marjinal menentukan berapa banyak output yang akan diproduksi oleh perusahaan yang akan memaksimalkan laba. Kita sampei dengan kesimpulan ini dengan membandingkan penerimaan marjinal yang akan diperoleh perusahaan dengan memproduksi satu unit output lagi sesuai dengan biaya marjinal memproduksi unit output itu.
Disini, perusahaan membandingkan penerimaan marjinal dan biaya menggunakan unit input lain. Pada peraga 10.4, jika satu satunya faktor produksi variabel adalah tenaga kerja, kondisi W=MRPι adalah kondisi yang sama dengan P=MC. Kedua pernyataan ini mengatakan hal yang sama. Dalam kasus ini, perusahaan membandingkan biaya produksi dengan penerimaan potensial dari penjualan produk pada marjinalnya.

Dengan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya input variabel, jika masyarakat menilai suatu barang lebih tinggi daripada biaya yang ditanggung perusahaan untuk merekrut pekerja dalam memproduksi barang tersebut, maka barang tersebut akan diproduksi. Secara umum, logika yang sama juga berlaku untuk lebih dari satu input. Perusahaan memperhatikan nilai output yang tercermin dalam harga output terhadap nilai input yang tercermin dalam biaya marjinal.

PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI DUA VARIABEL DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
                Dalam perusaahan yang menggunakan hanya satu factor produksi variable, perubahan dalam harga factor itu hanya mempengaruhi permintaan factor itu sendiri. Tapi ketika ada lebih dari satu faktor yang bisa beragam, kita harus mempertimbangkan dampak perubahan dalam satu harga faktor atas permintaan faktor lain juga.
                Efek substitusi faktor adalah kecenderungan perusahaan untuk mensubstitusikan faktor yang harganya naik dengan faktor yang harganya turun.
                Efek output peningkatan (penurunan) harga faktor adalah ketika suatu perushaan menurunkan (meningkatkan) outputnya sebagai tanggapan peningkatan (penurunan) harga faktor, hal ini meningkatkan (menurunkan )permintaannya atas semua faktor.
                Efek output peningkatanhargafaktor (output effect of a factor price increase) adalah permintaaan atas semua faktor turun termasuk faktor yang harganya meningkat pada awalnya.

BERBAGAI PASAR TENAGA KERJA
Suatu pasar tenaga kerja pada kenyataannya terdapat berbagai pasar tenaga kerja. Jika pasar tenaga kerja bersifat kompetitif, upah dipasar ini ditentukan oleh interaksi penawaran dan permintaan.

PASAR TANAH
Harga tanah ditentukan secara eksklusif oleh berapa jumlah yang bersedia dibayarkan oleh rumah tangga dan perusahaan untuknya. Penghasilan segala faktor produksi dalam penawaran tetap disebut sewa murni (pure rent). Harga yang ditentukan oleh permintaan ( demand determined price ) adalah harga suatu barang yang memiliki penawaran tetap. Harga itu ditentukan secara ekslusif oleh berapa jumlah yang bersedia di bayarkan oleh perusahaan dan rumah tangga untuk barang itu.
KONDISI PEMAKSIMALAN LABA PERUSAHAAN DALAM PASAR INPUT
Secara lebih formal perusahaan akan mendayagunakan tiap input hingga titik dimana harga sama dengan produk penerimaan marjinal. Kondisi ini berlaku untuk semua faktor pada semua tingkat output:
Kondisi pemaksimalan laba untuk perusahaan kompetitif sempurna adalah
 PL = MRPL = (MPL X PX)
PK = MRPK = (MPK X PX)
PA = MRPA = (MPA X PX)
Di mana L adalah tenaga kerja, K adalah modal, dan A adalah tanah (meter persegi), X adalah output , dan PX adalah harga output itu.

KURVA PERMINTAAN INPUT

Permintaan output
Penerimaan marjinal, dimana dalam pasr kompetitif sempurna nilnya sama dengan produk marjinal faktor dikali harga output. Adalah nilai produk marjinal faktor:
MRPL = MPL X PX
Jika permintaan produk meningkat, harga produk akan naik dan produk penerimaan marjinal (permintaan faktor) akan naiki kurva MPR akan bergeser ke kanan. Jika permintaan produk turun, harga produk akan turun dan produk penerimaan marjinal, (permintaan faktor) akan turun kurva MPR akan bergeser ke kiri.
Perubahan Teknologi terkait erat dengan dampak akumulasi modal pada permintaan faktor adalah dampak potensial perubahan teknologi (technologi change) yakni pengenalan metode produk baru atau produk baru .

DISTRIBUSI PENDAPATAN
Pendapatan pemilik modal tergantung pada harga pasar modal (jumlah bayaran rumah tangga untuk  penggunaan tabungan mereka). Pendapatan pemilik tanah bergantung pada nilai sewa tanah mereka . jika pasar adalah pasar persaingan, harga ekuilibrium  tiap input sama dengan produk penerimaan marjinalnya ( W = MRPL dan seterusnya ) . dengan kata lain , pada kondisi ekuilibrium, tiap faktor akhirnya menerima imbalan yang ditentukan oleh produktivitasnya yang ditukar dengan produk penerimaan marjinal . inidisebut dengan teori produktivitas marjinal distribusi pendapatan ( marginal productivity theory of income distribution )     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar