Anggota:
Ariq Athallah Nurhanto
Sri Devi Susilowati
Alvin Brilian Jaya
Dhesthy Mahardini Laras
Mahardhika Ristiyana Herawati
Bagas Suryo Dwi Puryanto
Buyung Sidik Maulana
Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas
PERMINTAAN INPUT : SUATU PERMINTAAN TURUNAN
Kuantitas output yang diproduksi
oleh perusahaan (baik jangka pendek maupun jangka panjang) bergantung pada
nilai yang dikenakan pasar pada produk perusahaan. Ini berarti bahwa permintaan
input bergantung pada permintaan output. Dengan kata lain, permintaan input
diturunkan (derived) dari permintaan output.
Nilai yang ditetapkan pada suatu
produk dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi produk itu akan menentukan
produktivitas inpu tersebut. Secara formal, produktivitas suatu input adalah
jumlah output yang diproduksi per unit input itu. Ketika sejumlah besar output
diproduksi per unit sebuah input, input tersebut dikatakan memperlihatkan
produktivitas tinggi. Ketika hanya sejumlah kecil output yang diproduksi
perunit input, input itu dikatakan memperlihatkan produktivitas rendah. Input
diterima oleh suatu perusahaan hanya jika rumah tangga meminta barang atau jasa
yang diproduksi oleh perusahaan itu. Harga dalam pasar input persaingan
bergantung pada permintaan perusahaan atas input, penawaran input rumah tangga
dan interaksi di antara keduanya.
INPUT : KOMPLEMENTER DAN
SUBSTITUSI
Input bisa bersifat komplementer
atau substitusi. Dua input yang digunakan bersama dapat meningkatkan, atau
melengkapi satu sama lain. Permintaan input suatu perusahaan terkait erat satu
sama lain. Peningkatan atau penurunan upah secara alamiah menyebabkan
permintaan tenaga kerja berubah, tapi juga memiliki efekatas permintaan modal
atau tanah. Oleh karena itu, jika kita hendak memahami permintaan input, kita
harus memahami hubungan antara tenaga kerja, modal, dan tanah`
HASIL YANG MAKIN MENURUN
Jangka pendek adalah periode
dimana beberapa faktor produksi tetap membatasi kapasitas perusahaan untuk
berekspansi. Dengan kondisi ini, perusahaan yang memutuskan untuk meningkatkan
output akhirnya akan menghadapi hasil yang makin menurun. Secara lebih formal
bisa dinyatakan, dengan skala tetap pabrik berarti maka produk marjinal input
variabel pada akhirnya akan menurun. Produk marjinal tenaga kerja (MPL
–marginal product of labor) adalah output tambahan yang diproduksi jika
perusahaan menggunakan satu unit pekerja tambahan.
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
Produk penerimaan marjinal
(MRP-marginal revenue product) dari suatu input variabel adalah penerimaan
tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan mempekerjakan unit input
tambahan, cateris paribus. Jika
tenaga kerja adalah faktor variabel, misalnya, merekrut unit tambahan akan
menghasilkan output tambahan (produk marjinal dari tenaga kerja). Penjualan
output tambahan itu akan menghasilkan penerimaan. Produk penerimaan marjinala
adalah penerimaan yang diproduksi dengan menjual barang atau jasa yang
diproduksi oleh unit marjinal tenaga kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk
penerimaan marjinal adalah nilai produk marjinal suatu faktor.
Dengan menggunakan tenaga kerja
sebagai faktor variabel, kita bisa menyatakan daili, ini dengan lebih formal
dengan mengatakan jika MPL adalah produk tenaga kerja marjinal dan PX
adalah harga output, maka produk penerimaan marjinal dari tenaga kerja adalah :
MRPL
= MPL x PX
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
Produk
penerimaan marjinal (MRP) dari suatu input variabel adalah penerimaan tambahan
yang diperoleh suatu perusahaan dengan memperkerjakan unit input tambahan ,
ceteris paribus. Produk penerimaan marjinal adalah penerimaan yang diproduksi
dengan menjual barang atau jasa yang diproduksi oleh unit marjinal tenaga
kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk penerimaan marjinal adalah nilai
produk marjinal suatu faktor.
MRP adalahProdukMarjinal Input
dikaliHarga Output
PASAR TENAGA KERJA
Permintaan suatu
input bergantung pada produk penerimaan marjinal input. Perusahaan kompetitif
sempurna yang memaksimalkan laba akan membeli suatu input (misal : merekrut tenaga
kerja) hingga di titik dimana produk penerimaan marjinal input sama dengan
harga. Untuk perusahaan yang hanya menggunakan satu faktor produksi variabel,
kurva MRP adalah kurva permintaan perusahaan untuk faktor itu dalam jangka
pendek.
Untuk perusahaan
kompetitif sempurna yang menggunakan satu faktor produksi variabel, tenaga
kerja , kondisi W = MRPLpersis sama dengan kondisi P = MC . Perusahaan
membandingkan nilai output yang tercemin dalam harga outputatas nilai input
yang tercemin dalam biaya marjinal.
Membandingkan
Penerimaan Marjinal dengan Biaya Marjinal untuk Memaksimalkan Laba
Kurva biaya marjinal perusahaan bersaing sama dengan kurva
penawarannya. Jadi, pada setiap harga output, kurva biaya marjinal menentukan
berapa banyak output yang akan diproduksi oleh perusahaan yang akan
memaksimalkan laba. Kita sampei dengan kesimpulan ini dengan membandingkan
penerimaan marjinal yang akan diperoleh perusahaan dengan memproduksi satu unit
output lagi sesuai dengan biaya marjinal memproduksi unit output itu.
Disini, perusahaan membandingkan penerimaan marjinal dan
biaya menggunakan unit input lain. Pada peraga 10.4, jika satu satunya faktor
produksi variabel adalah tenaga kerja, kondisi W=MRPι adalah kondisi yang sama
dengan P=MC. Kedua pernyataan ini mengatakan hal yang sama. Dalam kasus ini,
perusahaan membandingkan biaya produksi dengan penerimaan potensial dari
penjualan produk pada marjinalnya.
Dengan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya
input variabel, jika masyarakat menilai suatu barang lebih tinggi daripada
biaya yang ditanggung perusahaan untuk merekrut pekerja dalam memproduksi
barang tersebut, maka barang tersebut akan diproduksi. Secara umum, logika yang
sama juga berlaku untuk lebih dari satu input. Perusahaan memperhatikan nilai
output yang tercermin dalam harga output terhadap nilai input yang tercermin
dalam biaya marjinal.
PERUSAHAAN
YANG MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI DUA VARIABEL DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA
PANJANG
Dalam perusaahan yang
menggunakan hanya satu factor produksi variable, perubahan dalam harga factor
itu hanya mempengaruhi permintaan factor itu sendiri. Tapi ketika ada lebih dari
satu faktor yang bisa beragam, kita harus mempertimbangkan dampak perubahan dalam
satu harga faktor atas permintaan faktor lain juga.
Efek substitusi faktor adalah kecenderungan
perusahaan untuk mensubstitusikan faktor yang harganya naik dengan faktor yang
harganya turun.
Efek output peningkatan
(penurunan) harga faktor adalah ketika suatu perushaan menurunkan (meningkatkan)
outputnya sebagai tanggapan peningkatan (penurunan) harga faktor, hal ini meningkatkan
(menurunkan )permintaannya atas semua faktor.
Efek output
peningkatanhargafaktor (output effect of a factor price increase) adalah permintaaan
atas semua faktor turun termasuk faktor yang harganya meningkat pada awalnya.
BERBAGAI PASAR TENAGA KERJA
Suatu pasar tenaga kerja pada
kenyataannya terdapat berbagai pasar tenaga kerja. Jika pasar tenaga kerja
bersifat kompetitif, upah dipasar ini ditentukan oleh interaksi penawaran dan
permintaan.
PASAR TANAH
Harga tanah ditentukan secara
eksklusif oleh berapa jumlah yang bersedia dibayarkan oleh rumah tangga dan
perusahaan untuknya. Penghasilan segala faktor produksi dalam penawaran tetap
disebut sewa murni (pure rent). Harga yang ditentukan oleh permintaan ( demand
determined price ) adalah harga suatu barang yang memiliki penawaran tetap.
Harga itu ditentukan secara ekslusif oleh berapa jumlah yang bersedia di
bayarkan oleh perusahaan dan rumah tangga untuk barang itu.
KONDISI PEMAKSIMALAN LABA PERUSAHAAN DALAM PASAR INPUT
Secara lebih formal perusahaan
akan mendayagunakan tiap input hingga titik dimana harga sama dengan produk
penerimaan marjinal. Kondisi ini berlaku untuk semua faktor pada semua tingkat
output:
Kondisi pemaksimalan laba untuk
perusahaan kompetitif sempurna adalah
PL = MRPL = (MPL
X PX)
PK = MRPK =
(MPK X PX)
PA = MRPA =
(MPA X PX)
Di mana L adalah tenaga kerja, K
adalah modal, dan A adalah tanah (meter persegi), X adalah output , dan PX
adalah harga output itu.
KURVA PERMINTAAN INPUT
Permintaan output
Penerimaan marjinal, dimana dalam
pasr kompetitif sempurna nilnya sama dengan produk marjinal faktor dikali harga
output. Adalah nilai produk marjinal faktor:
MRPL = MPL
X PX
Jika permintaan produk meningkat,
harga produk akan naik dan produk penerimaan marjinal (permintaan faktor) akan
naiki kurva MPR akan bergeser ke kanan. Jika permintaan produk turun, harga
produk akan turun dan produk penerimaan marjinal, (permintaan faktor) akan
turun kurva MPR akan bergeser ke kiri.
Perubahan Teknologi terkait erat
dengan dampak akumulasi modal pada permintaan faktor adalah dampak potensial perubahan
teknologi (technologi change) yakni pengenalan metode produk baru atau produk
baru .
DISTRIBUSI PENDAPATAN
Pendapatan pemilik modal
tergantung pada harga pasar modal (jumlah bayaran rumah tangga untuk penggunaan tabungan mereka). Pendapatan
pemilik tanah bergantung pada nilai sewa tanah mereka . jika pasar adalah pasar
persaingan, harga ekuilibrium tiap input
sama dengan produk penerimaan marjinalnya ( W = MRPL dan seterusnya
) . dengan kata lain , pada kondisi ekuilibrium, tiap faktor akhirnya
menerima imbalan yang ditentukan oleh produktivitasnya yang ditukar dengan
produk penerimaan marjinal . inidisebut dengan teori produktivitas marjinal
distribusi pendapatan ( marginal productivity theory of income distribution
)
Novel Idris Abas
INPUT : KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI
HASIL YANG MAKIN MENURUN
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
PASAR TENAGA KERJA
PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI DUA VARIABEL DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
PASAR TANAH
KURVA PERMINTAAN INPUT
Permintaan output
DISTRIBUSI PENDAPATAN
PERMINTAAN INPUT : SUATU PERMINTAAN TURUNAN
Kuantitas output yang diproduksi
oleh perusahaan (baik jangka pendek maupun jangka panjang) bergantung pada
nilai yang dikenakan pasar pada produk perusahaan. Ini berarti bahwa permintaan
input bergantung pada permintaan output. Dengan kata lain, permintaan input
diturunkan (derived) dari permintaan output.
Nilai yang ditetapkan pada suatu
produk dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi produk itu akan menentukan
produktivitas inpu tersebut. Secara formal, produktivitas suatu input adalah
jumlah output yang diproduksi per unit input itu. Ketika sejumlah besar output
diproduksi per unit sebuah input, input tersebut dikatakan memperlihatkan
produktivitas tinggi. Ketika hanya sejumlah kecil output yang diproduksi
perunit input, input itu dikatakan memperlihatkan produktivitas rendah. Input
diterima oleh suatu perusahaan hanya jika rumah tangga meminta barang atau jasa
yang diproduksi oleh perusahaan itu. Harga dalam pasar input persaingan
bergantung pada permintaan perusahaan atas input, penawaran input rumah tangga
dan interaksi di antara keduanya.
INPUT : KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI
Input bisa bersifat komplementer
atau substitusi. Dua input yang digunakan bersama dapat meningkatkan, atau
melengkapi satu sama lain. Permintaan input suatu perusahaan terkait erat satu
sama lain. Peningkatan atau penurunan upah secara alamiah menyebabkan
permintaan tenaga kerja berubah, tapi juga memiliki efekatas permintaan modal
atau tanah. Oleh karena itu, jika kita hendak memahami permintaan input, kita
harus memahami hubungan antara tenaga kerja, modal, dan tanah`
HASIL YANG MAKIN MENURUN
Jangka pendek adalah periode
dimana beberapa faktor produksi tetap membatasi kapasitas perusahaan untuk
berekspansi. Dengan kondisi ini, perusahaan yang memutuskan untuk meningkatkan
output akhirnya akan menghadapi hasil yang makin menurun. Secara lebih formal
bisa dinyatakan, dengan skala tetap pabrik berarti maka produk marjinal input
variabel pada akhirnya akan menurun. Produk marjinal tenaga kerja (MPL
–marginal product of labor) adalah output tambahan yang diproduksi jika
perusahaan menggunakan satu unit pekerja tambahan.
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
Produk penerimaan marjinal
(MRP-marginal revenue product) dari suatu input variabel adalah penerimaan
tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan mempekerjakan unit input
tambahan, cateris paribus. Jika
tenaga kerja adalah faktor variabel, misalnya, merekrut unit tambahan akan
menghasilkan output tambahan (produk marjinal dari tenaga kerja). Penjualan
output tambahan itu akan menghasilkan penerimaan. Produk penerimaan marjinala
adalah penerimaan yang diproduksi dengan menjual barang atau jasa yang
diproduksi oleh unit marjinal tenaga kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk
penerimaan marjinal adalah nilai produk marjinal suatu faktor.
Dengan menggunakan tenaga kerja
sebagai faktor variabel, kita bisa menyatakan daili, ini dengan lebih formal
dengan mengatakan jika MPL adalah produk tenaga kerja marjinal dan PX
adalah harga output, maka produk penerimaan marjinal dari tenaga kerja adalah :
MRPL
= MPL x PX
PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
Produk
penerimaan marjinal (MRP) dari suatu input variabel adalah penerimaan tambahan
yang diperoleh suatu perusahaan dengan memperkerjakan unit input tambahan ,
ceteris paribus. Produk penerimaan marjinal adalah penerimaan yang diproduksi
dengan menjual barang atau jasa yang diproduksi oleh unit marjinal tenaga
kerja. Dalam perusahaan bersaing, produk penerimaan marjinal adalah nilai
produk marjinal suatu faktor.
MRP adalahProdukMarjinal Input
dikaliHarga Output
PASAR TENAGA KERJA
Permintaan suatu
input bergantung pada produk penerimaan marjinal input. Perusahaan kompetitif
sempurna yang memaksimalkan laba akan membeli suatu input (misal : merekrut tenaga
kerja) hingga di titik dimana produk penerimaan marjinal input sama dengan
harga. Untuk perusahaan yang hanya menggunakan satu faktor produksi variabel,
kurva MRP adalah kurva permintaan perusahaan untuk faktor itu dalam jangka
pendek.
Untuk perusahaan
kompetitif sempurna yang menggunakan satu faktor produksi variabel, tenaga
kerja , kondisi W = MRPLpersis sama dengan kondisi P = MC . Perusahaan
membandingkan nilai output yang tercemin dalam harga outputatas nilai input
yang tercemin dalam biaya marjinal.
Membandingkan
Penerimaan Marjinal dengan Biaya Marjinal untuk Memaksimalkan Laba
Kurva biaya marjinal perusahaan bersaing sama dengan kurva
penawarannya. Jadi, pada setiap harga output, kurva biaya marjinal menentukan
berapa banyak output yang akan diproduksi oleh perusahaan yang akan
memaksimalkan laba. Kita sampei dengan kesimpulan ini dengan membandingkan
penerimaan marjinal yang akan diperoleh perusahaan dengan memproduksi satu unit
output lagi sesuai dengan biaya marjinal memproduksi unit output itu.
Disini, perusahaan membandingkan penerimaan marjinal dan
biaya menggunakan unit input lain. Pada peraga 10.4, jika satu satunya faktor
produksi variabel adalah tenaga kerja, kondisi W=MRPι adalah kondisi yang sama
dengan P=MC. Kedua pernyataan ini mengatakan hal yang sama. Dalam kasus ini,
perusahaan membandingkan biaya produksi dengan penerimaan potensial dari
penjualan produk pada marjinalnya.
Dengan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya
input variabel, jika masyarakat menilai suatu barang lebih tinggi daripada
biaya yang ditanggung perusahaan untuk merekrut pekerja dalam memproduksi
barang tersebut, maka barang tersebut akan diproduksi. Secara umum, logika yang
sama juga berlaku untuk lebih dari satu input. Perusahaan memperhatikan nilai
output yang tercermin dalam harga output terhadap nilai input yang tercermin
dalam biaya marjinal.
PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI DUA VARIABEL DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Dalam perusaahan yang
menggunakan hanya satu factor produksi variable, perubahan dalam harga factor
itu hanya mempengaruhi permintaan factor itu sendiri. Tapi ketika ada lebih dari
satu faktor yang bisa beragam, kita harus mempertimbangkan dampak perubahan dalam
satu harga faktor atas permintaan faktor lain juga.
Efek substitusi faktor adalah kecenderungan
perusahaan untuk mensubstitusikan faktor yang harganya naik dengan faktor yang
harganya turun.
Efek output peningkatan
(penurunan) harga faktor adalah ketika suatu perushaan menurunkan (meningkatkan)
outputnya sebagai tanggapan peningkatan (penurunan) harga faktor, hal ini meningkatkan
(menurunkan )permintaannya atas semua faktor.
Efek output
peningkatanhargafaktor (output effect of a factor price increase) adalah permintaaan
atas semua faktor turun termasuk faktor yang harganya meningkat pada awalnya.
BERBAGAI PASAR TENAGA KERJA
Suatu pasar tenaga kerja pada
kenyataannya terdapat berbagai pasar tenaga kerja. Jika pasar tenaga kerja
bersifat kompetitif, upah dipasar ini ditentukan oleh interaksi penawaran dan
permintaan.
PASAR TANAH
Harga tanah ditentukan secara
eksklusif oleh berapa jumlah yang bersedia dibayarkan oleh rumah tangga dan
perusahaan untuknya. Penghasilan segala faktor produksi dalam penawaran tetap
disebut sewa murni (pure rent). Harga yang ditentukan oleh permintaan ( demand
determined price ) adalah harga suatu barang yang memiliki penawaran tetap.
Harga itu ditentukan secara ekslusif oleh berapa jumlah yang bersedia di
bayarkan oleh perusahaan dan rumah tangga untuk barang itu.
KONDISI PEMAKSIMALAN LABA PERUSAHAAN DALAM PASAR INPUT
Secara lebih formal perusahaan
akan mendayagunakan tiap input hingga titik dimana harga sama dengan produk
penerimaan marjinal. Kondisi ini berlaku untuk semua faktor pada semua tingkat
output:
Kondisi pemaksimalan laba untuk
perusahaan kompetitif sempurna adalah
PL = MRPL = (MPL
X PX)
PK = MRPK =
(MPK X PX)
PA = MRPA =
(MPA X PX)
Di mana L adalah tenaga kerja, K
adalah modal, dan A adalah tanah (meter persegi), X adalah output , dan PX
adalah harga output itu.
KURVA PERMINTAAN INPUT
Permintaan output
Penerimaan marjinal, dimana dalam
pasr kompetitif sempurna nilnya sama dengan produk marjinal faktor dikali harga
output. Adalah nilai produk marjinal faktor:
MRPL = MPL
X PX
Jika permintaan produk meningkat,
harga produk akan naik dan produk penerimaan marjinal (permintaan faktor) akan
naiki kurva MPR akan bergeser ke kanan. Jika permintaan produk turun, harga
produk akan turun dan produk penerimaan marjinal, (permintaan faktor) akan
turun kurva MPR akan bergeser ke kiri.
Perubahan Teknologi terkait erat
dengan dampak akumulasi modal pada permintaan faktor adalah dampak potensial perubahan
teknologi (technologi change) yakni pengenalan metode produk baru atau produk
baru .
DISTRIBUSI PENDAPATAN
Pendapatan pemilik modal
tergantung pada harga pasar modal (jumlah bayaran rumah tangga untuk penggunaan tabungan mereka). Pendapatan
pemilik tanah bergantung pada nilai sewa tanah mereka . jika pasar adalah pasar
persaingan, harga ekuilibrium tiap input
sama dengan produk penerimaan marjinalnya ( W = MRPL dan seterusnya
) . dengan kata lain , pada kondisi ekuilibrium, tiap faktor akhirnya
menerima imbalan yang ditentukan oleh produktivitasnya yang ditukar dengan
produk penerimaan marjinal . inidisebut dengan teori produktivitas marjinal
distribusi pendapatan ( marginal productivity theory of income distribution
)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar