Senin, 14 November 2016

BAB 9 Biaya Jangka-Panjang dan Pilihan Output

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas

BAB 9
Biaya Jangka-Panjang dan Pilihan Output

KONDISI PERUSAHAAN
Pada semua perusahaan, salah satu kondisi berikut ini berlaku:
1.       Perusahaan mendapatkan laba positif
2.       Perusahaan mengalami kerugian
3.       Perusahaan mencapai titik impas (tingkat penghasilan normal, berarti laba nol)

KONDISI JANGKA PANJANG DAN ARAH JANGKA PENDEK
Suatu perusahaan yang mendapatkan laba positif dalam jangka pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif untuk berekspansi dalam jangka panjang. Laba juga memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk memasuki industri.

Dalam jangka pendek, perusahaan yang menderita kerugian terpaku dalam industri. Mereka bisa menutup operasi (q=0), tetapi mereka masih harus menanggung biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan yang menderita kerugian bisa keluar dari industri.

Laba positif jangka pendek:
·         Mendorong perusahaan untuk terus meraih laba dan untuk berekspansi dalam jangka panjang
·         Mendorong perusahan baru untuk masuk ke dalam industri

Kerugian jangka pendek:
·         Menyudutkan posisi perusahaan dalam industri, karea masih harus membayar biaya tetap meskipun menghentikan produksi
·         Dalam jangka panjang, mendorong perusahaan untuk keluar dari industri

Keputusan penutupan usaha bergantung pada apakah penerimaan bisa menutup biaya variabel .Jika penerimaan bisa diusahakan melampaui biaya variabel, laba operasi (operating profit) bisa menutup biaya tetap dan mengurangi kerugian

Kapanpun harga dibawah titik minimum pada kurva biaya variabel rata-rata, penerimaan total akan kurang dari biaya variabel total, laba operasi akan negatif, dan perusahaan akan tutup. Titik minimum pada kurva biaya variabel rata-rata (yang juga adalah tiik dimana biaya variabel rata-rata dan biaya marjnal berpotongan) disebut dengan titik penutupan usaha (shot-down pont). Pada semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan tingkat output yang memaksimalkan laba. Pada semuaharga di bawahnya, output jangka pendek optimal adalah nol.

Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha –shut-down point) dari kurva biaya variabel rata-rata:
·         Penerimaan total lebih kecil dari biaya variabel total
·         Laba operasi menjadi negatif
·         Perusahaan akan tutup

Di semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan tigkat output yang memaksimalkan laba.

Di semua harga di bawah titik penutupan usaha, output jangka pendek optimal sama dengan nol

Kurva penawaran jangka pendek (short-run supply curve) adalah bagian dari kurva biaya marjinal yang berada di atas kurva biaya variabel rata-rata

Bergesernya kurva penawaran industri disebabkan oleh:
·         Dalam kondisi jangka pendek, perubahan biaya marjinal secara industri
·         Dalam kondisi jangka panjang, perusahaan yang masuk ke atau keluar dari industri

BIAYA JANGKA PANJANG: SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS

Peningkatan skala produksi yang:
·         Menurunkan biaya rata-rata, disebut skala penghasilan meningkat (increasing returns to scale) atau skala ekonomis (economics of scale)
·         Tidak mengubah biaya rata-rata, disebut skala penghasilan konstan
·         Meningkatkan biaya rata-rata, disebut skala penghasilan menurun (decreasing returns to scale) atau skala disekonomis (diseconomics of scale)

Kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC – long-run average cost curve) menunjukkan biaya sesuai variasi skala dalam jangka panjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar