Anggota:
Ariq Athallah Nurhanto
Sri Devi Susilowati
Alvin Brilian Jaya
Dhesthy Mahardini Laras
Mahardhika Ristiyana Herawati
Bagas Suryo Dwi Puryanto
Buyung Sidik Maulana
Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas
BAB 9
Biaya Jangka-Panjang
dan Pilihan Output
KONDISI PERUSAHAAN
Pada semua perusahaan, salah satu kondisi berikut ini
berlaku:
1.
Perusahaan mendapatkan laba positif
2.
Perusahaan mengalami kerugian
3.
Perusahaan mencapai titik impas (tingkat
penghasilan normal, berarti laba nol)
KONDISI JANGKA
PANJANG DAN ARAH JANGKA PENDEK
Suatu perusahaan yang mendapatkan laba positif dalam jangka
pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif untuk berekspansi
dalam jangka panjang. Laba juga memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk
memasuki industri.
Dalam jangka pendek, perusahaan yang menderita kerugian
terpaku dalam industri. Mereka bisa menutup operasi (q=0), tetapi mereka masih
harus menanggung biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan yang menderita
kerugian bisa keluar dari industri.
Laba positif jangka pendek:
·
Mendorong perusahaan untuk terus meraih laba dan
untuk berekspansi dalam jangka panjang
·
Mendorong perusahan baru untuk masuk ke dalam
industri
Kerugian jangka pendek:
·
Menyudutkan posisi perusahaan dalam industri,
karea masih harus membayar biaya tetap meskipun menghentikan produksi
·
Dalam jangka panjang, mendorong perusahaan untuk
keluar dari industri
Keputusan penutupan usaha bergantung pada apakah penerimaan
bisa menutup biaya variabel .Jika penerimaan bisa diusahakan melampaui biaya
variabel, laba operasi (operating profit) bisa menutup biaya tetap dan
mengurangi kerugian
Kapanpun harga dibawah titik minimum pada kurva biaya
variabel rata-rata, penerimaan total akan kurang dari biaya variabel total,
laba operasi akan negatif, dan perusahaan akan tutup. Titik minimum pada kurva
biaya variabel rata-rata (yang juga adalah tiik dimana biaya variabel rata-rata
dan biaya marjnal berpotongan) disebut dengan titik penutupan usaha (shot-down
pont). Pada semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan
tingkat output yang memaksimalkan laba. Pada semuaharga di bawahnya, output
jangka pendek optimal adalah nol.
Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan
perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha
–shut-down point) dari kurva biaya variabel rata-rata:
·
Penerimaan total lebih kecil dari biaya variabel
total
·
Laba operasi menjadi negatif
·
Perusahaan akan tutup
Di semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC
memperlihatkan tigkat output yang memaksimalkan laba.
Di semua harga di bawah titik penutupan usaha, output jangka
pendek optimal sama dengan nol
Kurva penawaran
jangka pendek (short-run supply curve) adalah bagian dari kurva biaya
marjinal yang berada di atas kurva biaya variabel rata-rata
Bergesernya kurva penawaran industri disebabkan oleh:
·
Dalam kondisi jangka pendek, perubahan biaya
marjinal secara industri
·
Dalam kondisi jangka panjang, perusahaan yang
masuk ke atau keluar dari industri
BIAYA JANGKA PANJANG:
SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS
Peningkatan skala produksi yang:
·
Menurunkan biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan meningkat (increasing returns to scale) atau skala ekonomis
(economics of scale)
·
Tidak mengubah biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan konstan
·
Meningkatkan biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan menurun (decreasing returns to scale) atau skala disekonomis
(diseconomics of scale)
Kurva biaya rata-rata
jangka panjang (LRAC – long-run average cost curve) menunjukkan biaya
sesuai variasi skala dalam jangka panjang
Novel Idris Abas
BAB 9
Biaya Jangka-Panjang
dan Pilihan Output
KONDISI PERUSAHAAN
Pada semua perusahaan, salah satu kondisi berikut ini
berlaku:
1.
Perusahaan mendapatkan laba positif
2.
Perusahaan mengalami kerugian
3.
Perusahaan mencapai titik impas (tingkat
penghasilan normal, berarti laba nol)
KONDISI JANGKA
PANJANG DAN ARAH JANGKA PENDEK
Suatu perusahaan yang mendapatkan laba positif dalam jangka
pendek dan berharap terus mendapatkannya memiliki insentif untuk berekspansi
dalam jangka panjang. Laba juga memberikan insentif bagi perusahaan baru untuk
memasuki industri.
Dalam jangka pendek, perusahaan yang menderita kerugian
terpaku dalam industri. Mereka bisa menutup operasi (q=0), tetapi mereka masih
harus menanggung biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan yang menderita
kerugian bisa keluar dari industri.
Laba positif jangka pendek:
·
Mendorong perusahaan untuk terus meraih laba dan
untuk berekspansi dalam jangka panjang
·
Mendorong perusahan baru untuk masuk ke dalam
industri
Kerugian jangka pendek:
·
Menyudutkan posisi perusahaan dalam industri,
karea masih harus membayar biaya tetap meskipun menghentikan produksi
·
Dalam jangka panjang, mendorong perusahaan untuk
keluar dari industri
Keputusan penutupan usaha bergantung pada apakah penerimaan
bisa menutup biaya variabel .Jika penerimaan bisa diusahakan melampaui biaya
variabel, laba operasi (operating profit) bisa menutup biaya tetap dan
mengurangi kerugian
Kapanpun harga dibawah titik minimum pada kurva biaya
variabel rata-rata, penerimaan total akan kurang dari biaya variabel total,
laba operasi akan negatif, dan perusahaan akan tutup. Titik minimum pada kurva
biaya variabel rata-rata (yang juga adalah tiik dimana biaya variabel rata-rata
dan biaya marjnal berpotongan) disebut dengan titik penutupan usaha (shot-down
pont). Pada semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC memperlihatkan
tingkat output yang memaksimalkan laba. Pada semuaharga di bawahnya, output
jangka pendek optimal adalah nol.
Ketika harga berada di bawah titik minimum (juga merupakan
perpotongan dengan biaya marjinal, dan disebut juga titik penutupan usaha
–shut-down point) dari kurva biaya variabel rata-rata:
·
Penerimaan total lebih kecil dari biaya variabel
total
·
Laba operasi menjadi negatif
·
Perusahaan akan tutup
Di semua harga di atas titik penutupan usaha, kurva MC
memperlihatkan tigkat output yang memaksimalkan laba.
Di semua harga di bawah titik penutupan usaha, output jangka
pendek optimal sama dengan nol
Kurva penawaran
jangka pendek (short-run supply curve) adalah bagian dari kurva biaya
marjinal yang berada di atas kurva biaya variabel rata-rata
Bergesernya kurva penawaran industri disebabkan oleh:
·
Dalam kondisi jangka pendek, perubahan biaya
marjinal secara industri
·
Dalam kondisi jangka panjang, perusahaan yang
masuk ke atau keluar dari industri
BIAYA JANGKA PANJANG:
SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS
Peningkatan skala produksi yang:
·
Menurunkan biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan meningkat (increasing returns to scale) atau skala ekonomis
(economics of scale)
·
Tidak mengubah biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan konstan
·
Meningkatkan biaya rata-rata, disebut skala
penghasilan menurun (decreasing returns to scale) atau skala disekonomis
(diseconomics of scale)
Kurva biaya rata-rata
jangka panjang (LRAC – long-run average cost curve) menunjukkan biaya
sesuai variasi skala dalam jangka panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar