Minggu, 23 Oktober 2016

Bab 7 Proses Produksi: Perilaku dari Perusahaan yang Memaksimalkan Laba

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas

BAB 7

Proses Produksi: Perilaku dari Perusahaan yang Memaksimalkan Laba 

PRODUKSI
Walaupun saling berbeda dalam ukuran dan organisasi internalnya, semua perusahaan memerlukan input dan mengolahnya menjadi output dengan proses produksi
ASUMSI-ASUMSI
Tidak ada satu perusahaan pun yang bisa mengontrol harga dalampersaingan sempurna, sesuai dengan asumsi:
Industri kompetitif sempurnaterdiri dari banyak perusahaan yang masing-masing ukurannya relatif kecil dibandingkan ukuran industri keseluruhan
Setiap perusahaan dalam industri kompetitif sempurna memproduksi produk homogen
ELASTISITAS SEMPURNA DARI KURVA PERMINTAAN KOMPETITIF
Perusahaan kompetitif menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna:
Perusahaan yang menaikkan harga melampaui harga pasar tidak akan bisa menjual produknya sama sekali
Sebaliknya, tidak ada dorongan bagi perusahaan untuk menurunkan harga karena perusahaan bisa menjual semua produknya sesuai harga pasar
PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
Di semua industri, perusahaan yang memaksimalkan keuntungan harus menentukan tiga pilihan:
Berapa banyak output yang ditawarkannya
Bagaimana cara memproduksi output tersebut
Berapa banyak input yang dimintanya
Laba sama dengan penerimaaan total dikurangi biaya total
Biaya total (biaya ekonomis) meliputi:
Biaya yang benar-benar dikeluarkan
Biaya oportunitas setiap faktor produksi (mencakup juga tingkat penghasilan normal dari modal)
Tingkat penghasilan normal (normal rate of return) dari modal termasuk ke dalam biaya total karena pengikatan sumber daya ke dalam simpanan modal perusahaan akan menghasilkan biaya oportunitas
Investor mengharapkan tingkat penghasilan normal ketika mendanai bisnis atau membeli saham
Tingkat laba (profit) positif adalah tingkat penghasilan modal di atas normal
Jangka pendek (short run) memiliki asumsi:
Skala tetap atau faktor produksi tetap
Tak ada perusahaan yang masuk atau keluar dari industri
Jangka panjang (long run) memiliki asumsi:
Perusahaan bisa memilih skala operasi apapun
Bisa ada perusahaan yang masuk ke atau keluar dari industri
Dalam mengambil keputusan, perusahaan perlu mengetahui tiga hal , yaitu:
Harga pasar output
Teknik produksi yang tersedia
Harga input
PROSES PRODUKSI
Fungsi produksi atau fungsi produk total adalah hubungan antara input dan output
(teknologi produksi) yang dinyatakan dengan angka atau secara matematis
Produk marjinal dari input variabeladalah output tambahan yang akan diproduksi oleh input tambahan tersebut jika semua input lain konstan
Hukum hasil yang menurun menyatakan bahwa penambahanunit input variabel terhadap input tetap melampaui titik tertentu akanmenurunkan produk marjinal dari input variabel tersebut
Produk rata-rata  adalah jumlah rata-rata produk dari tiap unit faktor produksi variabel, dengan interaksi sebagai berikut:
Produk marjinal di atas produk rata-rata, maka produk rata-rata akan menurun
Produk marjinal di bawah produk rata-rata, maka produk rata-rata akan meningkat
Modal dan tenaga kerja merupakan input komplementer dan juga input substitusi
Modal bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tapi juga bisa mensubstitusikan tenaga kerja
PILIHAN TEKNOLOGI
salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh semua perusahaan adalah teknologi manayang akan dipergunakan
Perusahaan yang memaksimalkan laba akan memilih kombinasi input yang meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba




Tidak ada komentar:

Posting Komentar