Anggota:
Ariq Athallah Nurhanto
Sri Devi Susilowati
Alvin Brilian Jaya
Dhesthy Mahardini Laras
Mahardhika Ristiyana Herawati
Bagas Suryo Dwi Puryanto
Buyung Sidik Maulana
Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas
BAB 6
Perilaku
Rumah-Tangga dan Pilihan Konsumen
ASUMSI-ASUMSI
·
Dalam asumsi pasar
kompetitif sempurna:
·
Harga ditentukan oleh kekuatan
penawaran dan permintaan
·
Tidak ada satu rumah
tangga atau perusahaan pun yang memiliki kendali terhadap penawaran dan
permintaan
· Rumah tangga
diasumsikan memiliki pengetahuan sempurna mengenai
kualitas dan harga dari semua yang tersedia di pasar
PERILAKU RUMAH TANGGA DI PASAR OUTPUT
·
Setiap rumah tangga
harus membuat tiga keputusan dasar, yaitu:
·
Berapa banyak tiap
produk/output yang dimintanya
·
Berapa banyak tenaga
kerja yang ditawarkannya
·
Berapa banyak yang
dibelanjakannya saat ini dan yang ditabungnya untuk masa depan
·
Batasan atau kendala anggaran rumah
tangga ditentukan oleh:
·
Pendapatan
·
Kekayaan
·
Harga
·
Batasan anggaran
memisahkan antara kombinasi barang dan jasa yang terjangkau dan yang tidak terjangkau
·
Masalah pilihan rumah tangga adalah masalah alokasi pendapatan
terhadap sejumlah barang & jasa
·
Perubahan harga
dari salah satu barang atau jasa bisa mengubah keseluruhan alokasi
·
Permintaan atas
barang-barang tertentu bisa meningkat, sementara permintaan
atas barang-barang lainnya bisa menurun
·
Selama rumah tangga
memiliki pendapatan yang terbatas, biaya riil setiap barang
atau jasa tunggal sama dengan nilai barang atau jasa lain yang
bisa dibeli dengan harga dan jumlah yang sama
·
Dalam batasan harga,
pendapatan, dan kekayaan, keputusan
rumah tangga akhirnya bergantung pada:
·
Preferensi (suka, tidak suka)
·
Selera
BASIS PILIHAN: UTILITAS
·
Lebih disukainya satu
item daripada item lain bergantung pada banyaknya utilitas ataukepuasan yang dihasilkannya dibandingkan dengan
item alternatifnya
·
Hukum utilitas marjinal yangsemakin menurun menyatakan bahwa semakin banyak jumlahyang dikonsumsi dalam
periode waktu tertentu maka semakinsedikit kepuasan atau utilitas yang didapatkan dari setiap unittambahan (marjinal)
EFEK PENDAPATAN DAN EFEK SUBSTITUSI
·
Slope negatif dari kurva permintaan disebabkan oleh:
·
Utilitas marjinal semua barang yang menurun
·
Sebagian besar barang
normal yang akan semakin
dikonsumsi jika harganya menurun, baik karena efek pendapatan maupun efek substitusi
SURPLUS KONSUMEN
·
Bila barang dijual
dengan harga tetap, rumah tangga harus “mengungkapkan” kelayakan dari barang
tersebut untuk dijual dengan harga tersebut
·
Banyak orang yang
membeli di pasar tertentu mendapatkan nilai barang yang melebihi harga barang tersebut
·
Orang-orang tersebut disebut
mengalami surplus konsumen
PILIHAN RUMAH TANGGA DALAM PASAR INPUT
·
Dalam pasar tenaga kerja, ada trade-off antara
nilai barang atau jasa (yang bisa dibeli di pasar itu atau diproduksi di rumah
tangga) dan nilai dari waktu luang
·
Biaya oportunitas pekerjaan yang dibayar adalah waktu luang dan
pekerjaan yang tidak dibayar
·
Tingkat upah adalah harga (biaya oportunitas) dari manfaat
pekerjaan yang tidak dibayar atau waktu luang
·
Perubahan tingkat upah
memiliki efek pendapatan dan efek substitusi yang berlawanan arah
·
Peningkatan tingkat
upah berarti:
·
Waktu luang lebih
mahal (efek substitusi)
·
Lebih banyak
pendapatan dalam waktu kerja yang sama, maka kemungkinan waktu luang meningkat
(efek pendapatan)
·
Rumah tangga juga bisa
mengalokasikanp pendapatan ke tabungan atau mengambil pinjaman;
·
Keputusan menabung berarti
memakai pendapatan masa kini untuk pengeluaran masa depan
·
Keputusan meminjam berarti
memakai pendapatan masa depan untuk pengeluaran masa kini
·
Kenaikan tingkat bunga
terhadap tabungan akan:
·
Berefek
positif jika efek substitusi
mendominasi efek pendapatan
·
Berefek negatif jika efek pendapatan mendominasi efek substitusi
·
Sebagian besar bukti
empiris menunjukkan dominasi efek substitusi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar