Minggu, 04 Desember 2016

Bab 13 Monopoli dan Kebijakan Antitrust

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


Monopoli dan Kebijakan  Antitrust

          PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR: KONSEP INTI
Suatu pasar atau industry dimana perusahaan individual memiliki control atas harga output mereka,disebut dengan kompetitif tak sempurna. Semua pasar dalam pasar kompetitif tak sempurna memiliki satu kesamaan : mereka menggunakan kekuatan pasar (market power), kemampuan untuk menaikkan harga untuk menaikkan harga tanpa keuntungan kuantitas produk mereka yang diminta. Industry kompetitif tak sempurna adalah industry dimana satu perusahaan memiliki control atas harga output mereka. Kekuatan pasar adalah kemampuan perusahaan kompetitif tak sempurna untuk meningkatkan harga tanpa kehilangan semua kuantitas produknya yang diminnta.
            MENDEFINISIKAN BATAS – BATAS INDUSTRI
Monopoli adalah suatu industry dengan satu perusahaan, dimana masuknya perusahaan baru di hambat. Oligopoly adalah suatu industry dimana terdapat sejumlah kecil perusahaan, yang masing masing perusahaan tersebut cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar output. Perusahaan yang mendiferensiasikan produk mereka dalam industry yang mana memiliki banyak produsen dan arus masuk yang bebas ke pasar disebut competitor monopolistis. Monopoli  murni sebagai suatu industry (1) dengan satu perusahaan tunggal yang memproduksi 1 produk dimana tidak ada barang substitusi yang menyerupai dan (2) dimana terdapat hambatan masuk yang signifikan yang mencegah perusahaan lain ikut serta, industry tersebut untuk bersaing mendapatkan laba.       
            HAMBATAN MASUK
Hambatan Masuk sesuatu yang mencegah perusahaan baru memasuki dan bersaing dalam industry kompetitif tak sempurna . Waralaba Pemerintah adalah monopoli yang didukung kebijakan pemerintah, wara laba pemerintah ini adalah bahwa akan lebih efisien bila hanya 1 perusahaan saja yang memproduksi produk yang sama. Suatu monopoli adalah industry dengan satu perusahaan yang memproduksi suatu produk dimana tidak ada barang substitusi yang dekat. Paten adalah hambatan masuk yang memberikan hak guna eksklusif produk atau proses yang dipatenkan kepada penemunya.
            HARGA : VARIABEL YANG KEEMPAT
 Suatu perusahaan memiliki kekuatan pasar ketika perusahaan itu memiliki suatu kontrol atas harga produknya – menaikkan harga produknya tanpa kehilangan semua kuantitas yang diminta. Perusahaan melakukan hal ini baik dengan mendirikan hambatan masuk bagi perusahaan baru atau dengan mencegah perusahaan lain untuk memproduksi produk yang sama.
            “harga adalah variable keputusan untuk perusahaan persaingan tak sempurna . perusahaan yang punya kekuatan pasar seharusnya tidak hanya memutuskan (1) berapa banyak barang akan diproduksi, (2) bagaiman memproduksinya,dan (3) berapa banyak yang diminta di tiap pasar input , tapi juga (4) berapa harga yang akan ditetapkan untuk output mereka. “
Penerimaan marjinal dan permintaan pasar
Perusahaan monopolistis yang memaksimalkan laba akan terus memproduksi output selama penerimaan marjinal melebihi biaya marjinal. Karena kurva permintaan pasar adalah kurva permintaan bagi pelaku monopoli itu, perusahaan monopoli menghadap kurva permintaan miring ke bawah . semua perusahaan termasuk, perusahaan monopoli, meningkatkan output selama penerimaan marjinal lebih besar dari pada biaya marjinal. Segala selisih positif antara penerimaan marjinal dan biaya marjinal bisa dianggap sebagai laba marjinal. Laba total adalah selisih antara penerimaan total dan biaya total, di antara persaingan sempurna , adanya laba positif memberikan insentif untuk perusahaan baru memasuki industry tersebut , sehingga menggeser penawaran ke kanan , mendorong harga turun , dan menghapus laba. Perusahaan monopoli tidak punya kurva penawaran, yang tergantung pada kurva permintaan produknya. Suatu kurva penawaran memperlihatkan kuantitas output yang bersedia ditawarkan oleh perusahaan pada tiap tingkat harga. Pelaku monopoli menetapkan harga dan kuantitas, jumlah output yang ditawarkan tergantung pada kurva biaya marjinal maupun  kurva permintaan yang dihadapinya.
MONOPOLI DALAM JANGKA PANJANG DAN JANGKA PENDEK.
Dalam jangka pendek, semua perusahaan menghadapi factor produksi yang tetap dan tidak dimungkinkan adanya hambatan masuk atau keluar dari industry. Kurva biaya marjinal jangka pendek dari suatu perusahaan kompetitif sempurna berkemiringan menaik dan ke kanan karena keterbatasan yang disebabkan oleh factor produksi tetap tersebut. Tapi dalam jangka panjang , perusahaan bisa masuk dan keluar dengan bebas dari industry.     
MEMBANDINGKAN KOMPETISI SEMPURNA DAN MONOPOLI
Salah satu cara untuk memahami monopoli adalah membandingkan output dan harga ekuilibrium dalam industry kompetitif sempurna dengan output dan harga yang akan dipilih jika industry yang sama dikelola sebagai suatu monopoli.
PERILAKU MENCARI SEWA
Perilaku mencari sewa adalah tindakan yang dilakukan oleh rumah tangga atau perusahaan untuk melindungi laba positif. Sewa adalah penghasilan untuk factor produksi yang penawarannya sangat terbatas. Perilaku mencari sewa memiliki 2 implikasi penting .
Pertama : perilaku ini mengkonsumsi sumber daya. Lobi dan membangun hambatan masuk bukanlah aktivitas tanpa biaya.
Kedua: frekuensi perilaku mencari sewa mengarahkan kita pada pandangan lain pemerintah. Gagasan perilaku mencari sewa  memperkenalkan paham kegagalan pemerintah (government failure) yang terjadi ketika pemerintah menjadi alat pencari sewa, dan alokasi sumber daya menjadi lebih tidak efisien dengan campur tangan pemerintah. Gagasan kegagalan pemerintah berada di pusat teori pilihan public yang artinya adalah suatu teori ekonomi bahwa pejabat public menetapkan kebijakan ekonomi dan mengatur tindakan permainan bisnis dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, seperti yang dilakukan oleh perusahaan .
DISKRIMINASI HARGA
Diskriminasi harga menetapkan harga berbeda pada pembeli berbeda. Motivasi diskriminasi harga adalah: jika perusahaan bisa mengidentifikasi orang yang bersedia membayar harga barang lebih tinggi, perusahaan bisa menghasilkan laba lebih besar dari mereka dengan menetapkan harga lebih tinggi . diskriminasi harga sempurna terjadi ketika suatu perusahaan menetapkan jumlah maksimum yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk masing – masing unit.
PERKEMBANGAN UNDANG – UNDANG ANTITRUST: LATAR BELAKANG SEJARAH
Trust adalah suatu pengaturan dimana pemegang saham perusahaan independen setuju untuk menyerahkan saham mereka sebagai ganti sertifikat trust, yang memungkinkan mereka mendapatkan pangsa laba umum trust kelompok. Anggota trust kemudian mengoperasikan trust sebagai monopoli, yang mengontrol output dan menetapkan harga.
UNDANG – UNDANG ANTITRUST YANG TERKENAL
Kongres mulai merumuskan peraturan antitrust pada tahun 1887 kongres menciptakan ICC (interstate commerce commission) komisi perdagangan antar Negara bagian. Adalah suatu kelompok pengatur federal yang diciptakan oleh kongres pada tahun 1887 untuk memantau dan mengoreksi penyimpangan dalam industry rel kereta api. Untuk memantau dan mengoreksi penyimpangan dalam industry rel kereta api , Akta Sherman (Sherman Act) diloloskan oleh kongres pada tahun 1890 , akta yang menyatakan bahwa segala kontrak atau konspirasi untuk mengendalikan perdagangan antar Negara bagian atau Negara adalah illegal dan menyatakan bahwa segala upaya monopoli , sukses atau toidak , adalah pelanggaran hokum . penafsiran perilaku tertenrtu berdasarkan hokum diserahkan pada pengadilan.
AKTA CLAYTON DAN KOMISI DAGANG FEDERAL, 1914
Akta Clayton diloloskan oleh kongres pada tahun 1914 untuk memperkuat akta sherma dan memperjelas aturan kelayakan . akta ini melarang perilaku monopoli tertentu seperti kontrak mengikat , diskriminasi harga, dan merger tak terbatas. Komisi dagang federal (FTC) kelompok pengatur federal diciptakan oleh kongres tahun 1914 untuk menginvestigasi struktur dan perilaku perusahaan yang terlibat dalam perdagangan antarnegara bagian untuk menentukan apa yang membentuk perilaku “tak adil” yang melanggar hukum , serta untuk mengeluarkan perintah cegah dan tangkal untuk semua yang ditemukan melanggar undang – undang antitrust. Aturan per se adalah aturan yang dinyatakan oleh pengadilan yang menyatakan tindakan terteentu atau hasil tertentu sebagai pelanggaran undang – undang antitrust per se (hakiki) tidak peduli hasilnya layak atau tidak.
MENGAJUKAN TUNTUTAN ANTITRUST
Akta Wheelet – Lea (1938) memperluas bahasa akta komisi dengan federal untuk memasukkan metode persaingan yang “menipu” serta “ tak adil”.  Divisi antitrust ( departemen keadilan AS) salah satu dari dua badan federal yang diberi kekuasaan untuk bertindak melawan pelanggar undang – undang antitrust. Deivisi ini mengajukan tuntutan hukum terhadapa orang yang melanggar undang – undang antitrust dan memutuskan kasus mana yang akan diadili dan yang akan dituntut pidana.
MONOPOLI ALAMIAH

Monopoli alamiah adalah suatu industry yang merealisasikan skala ekonomis yang besar dalam memproduksi produknya dimana akan paling efisien jika produksi barang atau jasa itu dilakukan oleh satu perusahaan jasa.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar