Senin, 09 Januari 2017

Bab 17 KEUANGAN PUBLIK : ILMU EKONOMI PERPAJAKAN

Penulis:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana


Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


ILMU EKONOMI PERPAJAKAN
       Konsep dasar pajak: ukuran atau nilai pengenaan pajak. Struktur  tingkat paajak menentukan porsi dasar pajak yang harus dibayar dengan pajak. Pada tingkat pajak 25% atas pendapatan misalnya berarti saya membayar pajak yang sama dengan 25% dari pendapatan saya . pajak atas simpanan vs pajak atas aliran. Dasar pajak bisa bersifat  ukuran simpanan atau ukuran aliran.pajak hak milik lokal adalah pajak atas hak milik perumahan, industri, atau komersial. Tingkat pajak marjinal dengan rata-rata biasanya berbeda.
     Untuk mengetahui jumlah total pajak yang harus dibayarkan, wajib pajak mula-mula menjumlahkan semua pendapatannya. Kemudia mereka diizinkan mengurangi beberapa pos pengeluaran. Diantara hal-hal yang nyaris dikurangi oleh semua wajib pajak adalah pengecualian pribadi dan potongan standar. Pendapatan kena pajak kemudian tunduk pada sekumpulan tingkat marjinal yang mengikat sesuai pendapatan.
       Kesetaran pajak setiap orang setuju bahwa beban pajak seharusnya di distribusikan secara adil, yaitu seharusnya kita semua harus membayar pangsa yang adil atas pajak tapi ada perdebatan tanpa akhir tentang apa yang membentuk pajak yang adil. Salah satu teori keadilan disebut engan prinsip manfaat yang diterima. Teori keadilan yang menyatakan bahwa wajib pajak seharusnya menyumbang pada pemerintah(dalam bentuk pajak) berdasarkan proporsi terhadap manfaaat yang mereka terima dari pengeluaran publik. Prinsip berbeda dan salah satu yang mendominasi salah satu perusahaan kebijakan pajak di AS selama 10 tahun adalah prinsip kemampuan membayar. Teori perpajakan yang menyataka bahwa warga negara seharusnya menanggung beban pajak sealan dengan kemampuaan mereka untuk membayar pajak.
    Ekuitas horizontal dan vertikal. Prinsip ekuitas horizontal menyatakan bahwa orang yang meiliki kemampuan yang sama seharusnya menanggung beban pajak yang sama pula. Prinsip ekuitas vertikal menyatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan yang lebih besar untuk membayar pajak seharusnya membayar pajak lebih besar pula.
     Pajak rata-rata kita adalah total jumlaj pajak yang kita bayarkan dibagi dengan pedapatan total. Tingkat pajak marjinal adalah tingkat pajak yang kita bayarkan pada setiap pendapatan tambahan yang telah kita hasikan. Tigkat pajak marjinal memiliki pengaruh terbesar atas perilaku. Tiga kandidat terbesar untuk dasar pajak terbaik adalah pendapatan konsumsi dan kekayaan.
INSIDEN PAJAK. SIAPA YANG MEMBAYARNYA?
        Sebagai akibat dari perubahan perilaku dan beban pajak sering tidak ditanggung oleh orang yang awalnya bertanggung jawab untuk membayarnya. Kita merujuk pada distribusi akhir pada beban ini pada sisi sumber atau sisi penggunaan dampak suatu pajak mungkin dirasakan pada satu sisi lain atau kedua sisi persamaan pendapatan. Suatu pajak dapat menyebabkan pendapatan bersih turun atau dapat menyebabkan harga barang dan jasa meningkat sehingga pendapatan hanya bisa membeli lebih sedikit (kerugian dalam sisi pengguanaan). Pengenaan pajak atau perubahan pajak dapat merubah perilaku. Perubahan perilaku bisa mempengaruhi penawaran dan permintaan dipasar dan menyebabkan harga berubah. Ketika harga berubah dalam pasar input atau output beberapa rumah tangga dibuat agar lebih beruntung dan   beberapa merugi. Perubahan akhir ini menentukan beban akhir pajak itu.
        Pergeseran pajak terjadi ketika rumah tangga bisa mengubah perilaku mereka dan melakukan sesuatu untuk menghindari membayar pajak. Insiden pajak gaji kita mengambil pajak yang dikenakan pada perusahaan dan melihat reaksi yang cenderung terjadi. Ketika pajak ini pertama kali dikerjakan, perusahaan merasakan bahwa harga tenaga kerja meningkat. Perusahaan dapat bereaksi dalam 2 cara: a) perusahaan dapat mensubstitusi tenaga kerja yang sekarang lebih mahal daripada moda, b) biaya yang lebih tinggi dan laba  yang lebih rendah dapat menyebabkan pengurangan produksi. Kedua reaksi ini menandakan permintaan tenaga kerja yang lebih rendah. Permintaan tenaga kerja yang lebih rendah mengurangi upah, sehingga sebagian pajak diteruskan pada pekerja sehingga mendapatkan penghasilan yang lebih sedikit. Besarnya pergeseran pajak pada pekerja tergantung pada bagaimana pekerja dapat bereaksi pada upah yang lebih rendah.
          Beban akhir pajak korporasi cenderung bergantung pada beberapa faktor. Salah satu studi yang diterima secara umum memperlihatkan bahwa pemilik korporasi perusahaan persorangan, dan firma, semua menanggung beban pajak korporasi kira-kira dalam proporsi terhadap laba, meskipun secara langsung pajak dikenakan hanya pada korprasi efek upah itu kecil dan efek cukai kira-kira bersifat netral. Akan tetapi masih banyak perbedaan tentang siapa yang disakiti oleh pajak korporasi. Beban pajak korporesi itu progresif karena laba dan pendapataan modal meliputi bagian yang jauh lebih besar dari pendapatan rumah tangga berpendapatan tinggi.
       Pada serangkaian asumsi yang logis tentang pergeseran pajak yang logis pajak negara bagian dan lokal terlihat seperti kelompok yang agak regresif paak federal yang didominasi oleh pajak pendaptan individual makin terpengaruh pajak gaji regresif bersifat agak progresif. Beban berlebih dan prinsip netralitas. Ketika pajak menganggu keputusan ekonomi, pajak mengenakan beban yang secara agregat melebihi penerimaan yang dikumpulkan oleh pemerintah. Jumlah kelebihan beban pajak penerimaan yang dikumpulkan oleh pemerintah disebut dengan beban berlebih. Ukuran beba berlebih tergantung pada tingkat perubahan keputusan ekonomi karena pajak.
    Prinsi netralitas, jika hal tetap sama pajak yang netral dengan memperhatikan keputusan ekonomi (pajak yang tidak mendistorsi keputusan ekonomi) umumnya lebih disukai daripada pajak yang mendistorsi keputusan ekonomi. Pajak yang tidak netral menimpakan akses beban. Pajak yang paling efisien adalah pajak yang meiliki dasar yang luass yangtidak mengganggu keputusan ekonomi. Pajak yang kadangkala menganggu diingiinkan ketika lain telah ada dalam perekonomian. Hal ini disebut dengan prinsip kedua teraik.

     Fakta bahwa pajak menganggu suatu keputusan perekonomian tidak selalu menyiratkan bahwa pajak itu menimpakan beban berlebih jika ada distorsi yang sudah muncul sebelumnya, pajak emacam itu dapat memperbaiki efisiensi. Mengukur beban berlebih yang ditimpakan oleh pajak sama dengan surplus konsumen sebelum pajak dikurangi surplus konumen setelah pajak dikurangi pajak total yang dikumpulkan oleh pemerintah. Makin elasis kurva permintaan, makin besar gangguan yang disebabkan oleh  tiap tingkat pajak tertentu.

Bab 16 DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN

Penulis:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana


Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


BATAS KEMUNGKINAN UTILITAS
      Pembahasan teoritis tentang keadilan dan ekuitas berfokus pada distribusi dan redistribusi utilitas. Karena utilitas tidak bisa dilihat dan diukur, sebagian besar pembahasan tentang kebijakan sosial berpusat pada distribusi pendapatan atau kekayaan sebagai ukuran tak langsung atas kesejahteraan. Namun penting artinya bagi kita untuk mengingat, bahwa pendapatan dan kekayaan adalah ukuran kesejahteraan yang tak sempurna. Sesorang yang amat menyukai kegiatan luar ruang mungkin memilih bekerja ditaman nasional dengan gaji rendah ketimbang di firma konsultan dikota besar dengan upah tinggi. Pilihan itu mengungkapkan bahwa ia akan lebih makmur meskipun pendapatan terukur lebih rendah.
      Meskipun pendapatan dan kekayaan adalah ukuran utilitas yang tak sempurna, keduanya tidak mempunyai substitusi yang berwujud dan karena itu ukuran inilah yang digunakan. Pertama, kita mengkaji faktor-faktor yang menentukan distribusi pendapat dalam latar pasar.  Kedua, kita melihat dalam distribusi pendapatan,  distribusi kekayaan dan distribusi kemiskinan di Amerika Serikat. Ketiga, kita membicarakan secara singkat tentang keadilan ekonomi. Meskipun semua pasar efisien sempurna hasilnya mungkin tidak adil bahkan dalam perekonomian pasar yang relatif bebas pemerintah meredistribusikan pendapatan dan kekayaan biasanya atas nama keadilan atau equitas. Karna  utilitas tak bisa dilihat atau diukur sebagian besar pembahasan kebijakan membahas distribusi pendapatan dan kekayaan sebagai substitusi tak sempurna untuk konsep distribusi kesejahteraan.
SUMBER PENDAPATAN RUMAH TANGGA
Rumah tangga menerima pendapatan mereka dari tiga sumber :
  1. Dari upah atau gaji yang diterima sebagai ganti tenaga kerja (sekitar 64%)
  2. Dari hak milik seperti modal dan tanah (sekitar 22%)
  3. Dari pemerintah ( sekitar 11%)
     Perbedaan upah pendapatan dan gaji diseluruh rumah tangga disebabkan oleh perbedaan dalam karakteristik pekerja (keahlian,pelatihan pendidikan, pegalaman, dst) dan dari perbedaan jenis pekerjaan (berbahaya, mengayikan, glamor, sulit, dst). Pendapatan tumah tangga juga beragam menurut jumlah anggota rumah tangga yang bekerja dan bisa menurun tajam jika salah satu anggota menganggur.
      Jumlah pendapatan properti yag dihasilkan rumah tangga bergantung pada jumlah dan jenis hak milik yang dimilikinya pendapatan transfer dari pemerintah mengalir secara substansial, tapi tidak seccara ekslusif ditunjukkan pada rumah tangga pendapatan lebih rendah. Kecali untuk jaminan sosial, pembayaran transfer secara umum dirancang untuk memberikan pendapatan pada orang yang membutuhkan.
DISTRIBUSI PENDAPATAN
       Pendapatan ekonomi ( ekonomi in come) ialah, jumlah uang yang bisa dibelanjakan oleh suatu rumah tangga selama periode tertentu tanpa meningkatkan atau menurunkan aset bersihnya. (upah gaji, defiden pendapatan bunga, pembayaran tunjangan, sewa, dst adalah sumber pendapatan ekonomi).
  • Kurva lorenz
    Grafik yang digunakan secara umum untuk melihat distribusi pendapatan dengan presentase kumulatif keluarga yang diplot disepanjang sumbu horizontal dan presentase kumulatif yang di plot disepanjang sumbu vertikal. Koefisien gini adalah ukuran tingkat ketidak sejaahteraan pendapatan yag diturunkan dari kurva lorenz nilainya bisa dari 0-1.
      Kemiskinan sangat sulit didefinisikan meskiun sulit mendefiniikan dengan tepat, kata kemiskinan adalah salah satu kata yang kita semua pahami secara naluriah hingga tingkat tertentu, kemiskinan biasaya identik dengan citra perumahan kumuh, sesak, penuh tikus, orang tuna wisma, penyakit tak terobati, dst. Kemiskinan juga adalah kata yang terpaksa didefinisikan secara formal untuk tujuan menyimpan data statistik dan emngelola program publik. Garis kemiskinan tingkatan pendapatan yang ditetapkan secara resmi yang membedakan orang miskin dengan yang tidak miskin. Tingkat pendapatan ini ditetapkan tiga kali biaya anggaran makanan minuman departemen pertanian.
DEBAT REDISTRIBUSI
      Argumen yang menentang redistribusi, argumen ini bersandar pada dalil bahwa orang berhak menuai hasil usaha mereka sendiri dengan kata lain tenaga kerja dan modal dibayar menurut nilai yang diproduksinya. Argumen ini juga bersandar pada prinsip dibalik kebebasan kontrak dan perlindungan hak milik. Argumen yang lebih umum menentang redistribusi tidak bersifat filosofis sebaliknya arguen ini mengarah pada masalah yang lebih praktis. Argumen praktilain menentang redistribusi karena hal tersbut tidak bekerja sama sekali. Ketidakefektifan program ini melaahirkan tuduhan inefisiensi birokrasi pada pemerintah. Argumen yang mendukung redistribusi adalah masyarakat sekaya Amerika Serikat memiliki tanggung jawab moral untuk menyediakan bagi semua warganya untuk kebutuhn hidup. Pendukung redistriusi menyangkal argumen praktis penentangnya dengan menunjukkan studi yang memperhatikan sedikit efek negatif atas insentif orang yang mendapat manfaat dari program tunjangan. Keadilan nilai guna gagasan bahwa 1 rupiah ditangan orang kaya bernilai rendah daripada 1 rupiah ditangan orang miskin. Jika utilitas turun bersama dengan pendapatan mentransfer pendapatan dari yang kaya ke yang miskin akan meningkatkan utilitas total.
       Teori kontrak sosial-keadilan rawsian, teori pendapatan keadilan distribusi yang menyimpulkan bahwa kontrak sosial yang timbul dari posisi awal akan membutuhkan ditribusi pendapatan yang akan memaksimalkan kesejahteraan anggota masyarakat yang paling tak beruntung. Teori nilai tenaga kerja dinyatakan dengan cara paling sederhana, teori bahwa nilai suatu komoditas hanya bergantung pada jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksinya.
PROGRAM DAN KEBIJAKAN REDISTRIBUSI
      Menandai program redistribusi: pajak. Redistribusi selalu melibatkan mereka yag akhirnya mendapatkan ssedikit dan mereka yang akhirnya mendapatkan banyak karena program redistribusi didanai oleh uang pajak. Pajak pendapatan individu merupakan salah satu jenis pajak dianta banyak lagi jenis pajak yang lainnya. Yang lebih penting dari individu adalah beban perpajakan keseluruhan meliputi semua pajak federal negara bagian dan lokal di Amerika Serikat.
       Sebagian besar penelitian atas efek paak atas distribuisi pendapatan, baik sebelum atau sesudah akta revorasi pajak menyimpulkan bahwa beban pajak bersifat proporsional. Dengan kata lain semua orang membayar pajak total sebesar pressentase pendapatan yang sama. Sistem jaminan sosial, sister federal di AS untuk program asuransi sosial meliputi 3 program yang terpisah yang didanai melalui dana konsolsium prgram old age dan survivor (OASI), Program disability insurance (DI) dan program health insurance (HI/Madicare).

Bab 15 EKSTERNALITAS, BARANG PUBLIK, INFORMASI TAK SEMPURNA, DAN PILIHAN SOSIAL

Penulis:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana


Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


Eksternalitas, barang publik, informasi tidak sempurna dan pilihan sosial.

EKSTERNALITAS
Seringkali ketika kita terlibat dalam transaksi atau melakukan keputusan ekonomi, pihak kedua atau ketiga menderita konsekuensi yang tidak dipertimbangakan oleh pengambil keputusan akibatnya tidak adanya insentif untuk itu. Hal ini disebut dengan eksternalitas
Biaya soal marjinal (MSC), biaya total bagi masyarakat dari produksi satu unit tambahan barang atau jasa. MSC sama dengan jumlah biaya marjinal memeproduksi produk itu dan biaya kerusakan yang I ukur dengan benar yang terlibat dalam proses produksi.
Biaya pribadi marjinal (MPC), jumlah yang dibayar konsumen untuk mengkonsumsi satu unit tambahan suatu barang.
Biaya kerusakan marjinal (MDC), kerusakan tambahan yang ditimbulkan dari tingkat aktivitas yang menghasilkan eksternalitas sebanyak satu unit.
Pajak dan subsidi, ekonom menganjurkan pajak dan subsidi merjinal sebagai cara langsung untuk memaksa perusahaan mempertimbangkan biaya dan manfaat eksternal. Ketika suatu perusahaan menimpakan biaya social eksternal. Menurut logikanya, pajak per unit seharusya dikenakan sama dengan kerusakan tiap unit output berikutnya yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, pajak seharusnya persis sama dengan biaya kerusakan marjinal.
Tawar-menawar dan negosiasi, ekonom Ronald Coase menunjukkan bahwa pemerintah tidak perlu terlibat dalam setiap kasus eksternalitas. Coase berpendapat bahwa tawar-menawar swasta dan negosiasi cenderung mengarah pada solusi efisien dalam banyak kasus kerugian social, tanpa keterlibatan pemerintah sama sekali (Teorema Coase)
Aturan keputusan, aturan pengadilan yang melarang berlanjutnya perilaku yang menyebabkan kerugian.
Aturan pertanggungjawaban, undang-undang yang meminta A mengkompensasi B untuk kerugian yang ditimbulkan.
 BARANG PUBLIK
Barang public, barang yang tidak punya tandingan dalam konsumsi dan atau manfaatkanya tidak bisa dipisahkan
Dalam perekonomian pasar yang tidak di atur, dimana tidak ada pemerinthan yang memproduksi barang ini, barang publim paling-paling hanya akan diproduksi dengan kuantitas yang tidak memadai, atau bahkan tidak diproduksi sama sekali.
Karakteristik barang public :
1. Tidak punya tandingan dalam konsumsi
Kenikmatan satu orang atas manfaat barang publik tidak bercampur-campur dengan konsumsi orang lain atas barang itu
2. Tanpa pengecualian
Bagitu barang itu diproduksi, tidak ada siapapun yang bisa dikecualikan dari menikmati manfaatnya.
  1. Masalah tumpangan
Karena orang bisa menikmati manfaat barang public sacara gratis, mereka biasanya tak bersedia untuk membayarnya.
  1. Masalah menambah air di lautan
Barang atau jasa itu biasanya begitu mahal sehingga penyelenggaraannya umumnya tidak tergantung pada apakah seseorang membayar atau tidak.
Distribusi pendapatan, jika kita menerima gagasan bahwa redistribusi pendapatan menghasilkan barang public, usaha pribadi mungkin gagal melakukan apa yang dilakukan, dan keterlibatan pemerintah mungkin diperlukan.
Penyedia optimal untuk barang public, ekonom Paul Samuelson menunjukan bahwa ada tingkat output yang optimal, atau yang paling efisien, untuk tiap barang public.
Tingkat penyediaan optimal untuk barang public, tingkat dimana sumber daya ditarik dari produksi barang dan jasa lain hanya tingkat dimana orang menginginkan barang public dan bersedia membayarnya. Pada tingkat optimal, kesediaan total masyarakat untuk membayar per unit sama dengan biaya marjinal produksi barang tersebut.
Hipotesis Tiebout, suatu bauran barang public yang efisien diproduksi ketika harga tanah/perumahan local serta pajak bisa mencerminkan preferensi konsumen yang tepat terjadi dipasar barang pribadi.
Barang campuran, barang yang punya sebagian karakterisktis barang public dan barang pribadi, contohnya : klasiknya adalah pendidikan.
 INFORMASI TAK SEMPURNA
Pilihan salah : informasi asimetris, dapat terjadi ketika pembeli atau penjual melakukan pertukaran dengan pihak lain yang memiliki infromasi lebih banyak.
Bahaya moral, muncul ketika salah satu pihak dalam suatu kontrak meneruskan biaya perilakunya oada pihak lain dalam kontrak itu. Kita tidak mungkinmnegetahui segala hal tentang perilaku dan niat. Jika suatu kontrak menfaatkan salah satu pihak tentang konsekuensi tidakannya, dan orang bertindak menurut kepentibgannya sendiri, hasilnya tidklah efisien.
Solusi pasar, informasi yang tak sempurna melanggar salah satu asumsi kompetisi sempurna, tapi tidak semua maslah infromasi adalah kegagalan pasar. Nyatanya, informasi itu sendiri bernilai da nada insentif bagi produsen kompetitif sempurna untuk menghasilkannya. Seperti halnya barang lain, ada kuantitas produksi informasi yang efisien. Seperti halnya konsumen, perusahaan yang memaksimalkan laba akan mengumpulkan informasi selama manfaat marjinal dari melanjutkan pencarian itu lebih besar daripada biaya marjinalnya.
Solusi pemerintah, jika sekumpulan hasil tes tentang keamanan berbagai produk dihasilkan, akses pada informasi itu tak akan mengurangi nilai informasi itu bagi orang lain. Dengan kata lain, informasi itu bersifat nonrival dalam konsumsi. Ketika infromasi itu sangat mahal untuk dikumpulkan dan disebarkan oleh individu, mungkin akan lebih murah bila pemerintah yang meghasilkan satu kali untuk semua orang.
 PILIHAN SOSIAL
Pilihan social, memutuskan maslah apa yang diingikan oleh masyarakat. Proses penampungan preferensi individu dlam menentukan pilihan untuk masyarakat secara keseluruhan.
Paradoks pengambilah suara, maysarakat demokratis menggunakan prosedur kotak suara untuk menentukan preferensi keseluruhan dan untuk mengambil keputusan social yang dihasilkan. Jika semua suara bisa dirahasiakan, keputusan yang efisien akan terjamin.
Teorema kemustahilan, dalil yang didemonstrasikan oleh Kenneth Arrow yang memperlihatkan bahwa tidak ada system penjumlahan preferensi individual menjadi keputusan social yang akan selalu memberikan hasil yang konsisten dan tidak subjektif.
Jual-beli suara, terjadi ketika perwakilah DPR memperdagangkan suara, setuju saling membantu untuk mendapatkan bagian tertentu dari rencana undang-undang yang tengah diperjuangkan.
Pembahasan ulang perilaku mencari sewa, teori mungkin menunjukkan bahwa pasar yang tak diatur gagal memproduksi alokasi sumber daya yang efisien. Ini tidak seharusnya membuat kita menyimpulkan bahwa keterlibatan pemerintah pasti menyebabkan efsiensi. Ada alas an untuk meyakini bahwa usaha pemerintah untuk memproduksi barang dan jasa yang tepat dalam kuantitas yang tepat scara efisien mungkinakan gagal.
Pemerintah dan pasar, pasar mungkin gagal mengalokasikan sumber daya yang efisien, tapi pemerintah bisa gagal karena sejumlah alasan :
  1. Ukuran kerugian dan manfaat social sulit dilakukan dan tidak akurat.
  2. Tidak ada mekanisme yang tepat untuk menentukan preferensi warga negara tentang barang public.
  3. Karena dinas pemerintah tidak dirintangi oleh disiplin pasar, kita memiliki sedikit alasan untuk berharap mereka akan menjadi produsen yang efisien.
  4. Baik pejabat yang terpilih maupun yang ditunjuk memiliki kebutuhan preferensi sendiri, alangkah naifnya untuk berharap bahwa mereka akan bertindak tulus demi kebaikan masyarakat.

Bab 14 PERSAINGAN MONOPOLISTIS DAN OLIGOPOLI

Penulis

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas

PERSAINGAN MONOPOLISTIS
  • Karakteristik industry persaingan monopolistis :
  1. Jumlah perusahaan besar
  2. Tidak ada hambatan
  3. Diferensiasi produk
  • Perusahaan dalam industry kompetitif monopolitis berukuran kecil dibandingkan pasar keseluruhan. Perusahaan baru bisa memasuki industry untuk mengejar laba, dan barang substitusi yang relative baik terhadap produk perusahaan yang tersedia. Perusahaan dalam industry kompetitif monopolistis mencoba tingkat kekuatan pasar dengan mendiferensiasikan produk mereka dengan memproduksi sesuatu yang baru, berbeda, atau lebih baik, atau dengan menciptakan identitas unik dalam pemikiran konsumen.
  • Deferensiasi produk dan periklanan, merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk mencapai kekuatan pasar. Dilakukan dengan memproduksi produk yang memiliki identitas positif berbeda dalam pemikiran konsumen. Keuntungan besar persaingan produk adalah memberi beragam pilihan yang hakiki dengan aliran produk baru yang tak terhambat serta memastikan kualitas produk. Peiklanan sangat membantu untuk pemasaran produk, seperti yang diketahui bahwa keinginan manusia tak terbatas.
  • Diferensiasi produk dan elastisitas permintaan, semua perusahaan dalam industry kompetitif sempurna memproduksi produk yang persis sama.Jika perusahaan A mencoba meningkatkan harga, pembeli akan pergi ke penjual lain dan perusahaan A tidak akan menjual apa-apa. Jika suatu perusahaan bisa membdakan produknya dari yang lain dalam benak konsumen akan mengasumsikan pada kompetisi monopolistis, mereka bisa meningkatkan harga tanpa kehilangan kuantitas yang diminta.
  • Penentuan harga/output dalam jangka pendek, dalam kondisi kompetitif monopolistis, suatu perusahaan yang memaksimalkan laba berperilaku cenderung seperti monopoli dalam jangka pendek. Penerimaan marjinal tidak sama dengan harga, karena perusahaan kompetitif monopolistis control atas harga output. Untuk memaksimalkan laba, perusahaan kompetitif monopolistis akan meningkatkan produksi hingga penerimaan marjinal yang dihasilkan dari peningkatan output dan menjualnya hingga tidak lagi melebihi biaya marjinal produksinya. Ini terjadi ppada titik dimana penerimaan marjinal sama dengan biaya marjinal : MR = MC.
  • Penentuan harga/output dalam jangka panjang, analisis persaingan monopolistis di asumsikan masuk dan keluar dari industry adalah mudah dalam jangka panjang. Perusahaan dapat masuk ke suatu industry ketika ada laba yang bisa diraih, dan perusahaan yang menderita kerugian bisa keluar dari bisnis.
  • Efisiensi ekonomi dan alokasi sumber daya, perusahaan monopolistis akhrirnya menetapkan harga di atas biaya marjinal. Hal ini inefisien, dan merupakan fakta bahwa perusahaan kompetitif monopolistis tidak akan merealisasikan semua skala ekonomis yang tersedia.
 OLIGOPOLI
  • Oligopoli adalah suatu struktur industry yang dicirikan oleh adanya beberapa perusahaan dominan. Produknya mungkin homogeny atau diferensiasi, perilaku satu perusahaan dalam oligopoly sangat bergantug pada perilaku perusahaan yang lain.
  • Model Oligopoli
  1. Model Kolusi, oligopoly yang berkolusi akan menghadapi permintaan pasar dan berproduksi hanya hingga titik dimana penerimaan marjinal dan biaya marjinal sama (MR=MC), dan haga akan ditetapkan di atas biaya marjinal.kolusi diam-diam terjadi ketika kesepakatan pemasokan harga dan kuantitas di antara produsen bersifat terbuka.
  2. Model Cuornot, suatu model industrri dua perusahaan dimana serangkaian keputusan penyesuaian output menyebabkan tingkat output akhir antara output yang akan terjadi jika pasar kompetitif sempurna dan output yang ditetapkan oleh monopoli.
  3. Model Kurva Permintaan yang Bengkok, dimana kurva permintaan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan individual memiliki kebengkokan didalamnya, kebengkokan ini disebabkan oleh asumsi bahwa perusahaan competitor akan mengikuti jika suatu perusahaan memotong harga tapi, tidak akan mengikuti jika suatu perusahaan meningkatkan harga.
  4. Model Kepemimpinan Harga, dimana satu perusahaan dalam menetapkan harga dan semua perusahaan yang lebih kecil dalam industry itu mengikuti kebijakan penetapan harganya.
  • Teori Permainan, menganalisis perilaku oligopoli sebagai serangkaian pergerakan strategis yang kompleks dan tanggapan balasan reaktif di antara perusahaan rival.
  • Strategi Dominan, dalam teori permainan, suatu strategi uang terbaik tanpa memandang apa yang dilakukan oleh pihak lawan.
  • Strategi Maksimin, strategi yang dipilih untuk memaksimalkan hasil maksimum yang bisa dihasilkan.
  • Strategi Saling Balas, strategi suatu perusahaan yang membiarkan kempetitornya tahu bahwa perusahaan akan mengikuti apapun yang akan dilakukan oleh kompetitornya.
  • Ekuilibrium Nash, merupakan hasil semua pemain yang memainkan strategi terbaik mereka ketika apa yang dilakukan competitor sudah tertentu.
  • Oligopoly dan Kinerja Ekonomi, suatu pasar bsa disebut bisa diperebutkan dengan sempurna jika masuknya perushaan ke dalam atau keluar dari pasar tidak perlu biaya, yakni jika suatu perusahaan bisa bergerak ke dalam pasar untuk mencari laba tapi tidak kehilangan apapun jika gagal.
 PERAN PEMERINTAH

  • Akta Clayton 1914, memberi pemerintah otoritas untuk membatasi merger yang mungkin secara substansial mengurangi kompetisi dalam suatu industry.
  • Akta Celler-Kefauver 1950, memungkinkan Dep.Keadilan untuk bergerak menentang usulan merger, saat ini Dep.Keadilan menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschmanuntuk menentuukan apakah akan menentang atau menerima proposal merger.

Minggu, 04 Desember 2016

Bab 13 Monopoli dan Kebijakan Antitrust

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


Monopoli dan Kebijakan  Antitrust

          PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR: KONSEP INTI
Suatu pasar atau industry dimana perusahaan individual memiliki control atas harga output mereka,disebut dengan kompetitif tak sempurna. Semua pasar dalam pasar kompetitif tak sempurna memiliki satu kesamaan : mereka menggunakan kekuatan pasar (market power), kemampuan untuk menaikkan harga untuk menaikkan harga tanpa keuntungan kuantitas produk mereka yang diminta. Industry kompetitif tak sempurna adalah industry dimana satu perusahaan memiliki control atas harga output mereka. Kekuatan pasar adalah kemampuan perusahaan kompetitif tak sempurna untuk meningkatkan harga tanpa kehilangan semua kuantitas produknya yang diminnta.
            MENDEFINISIKAN BATAS – BATAS INDUSTRI
Monopoli adalah suatu industry dengan satu perusahaan, dimana masuknya perusahaan baru di hambat. Oligopoly adalah suatu industry dimana terdapat sejumlah kecil perusahaan, yang masing masing perusahaan tersebut cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar output. Perusahaan yang mendiferensiasikan produk mereka dalam industry yang mana memiliki banyak produsen dan arus masuk yang bebas ke pasar disebut competitor monopolistis. Monopoli  murni sebagai suatu industry (1) dengan satu perusahaan tunggal yang memproduksi 1 produk dimana tidak ada barang substitusi yang menyerupai dan (2) dimana terdapat hambatan masuk yang signifikan yang mencegah perusahaan lain ikut serta, industry tersebut untuk bersaing mendapatkan laba.       
            HAMBATAN MASUK
Hambatan Masuk sesuatu yang mencegah perusahaan baru memasuki dan bersaing dalam industry kompetitif tak sempurna . Waralaba Pemerintah adalah monopoli yang didukung kebijakan pemerintah, wara laba pemerintah ini adalah bahwa akan lebih efisien bila hanya 1 perusahaan saja yang memproduksi produk yang sama. Suatu monopoli adalah industry dengan satu perusahaan yang memproduksi suatu produk dimana tidak ada barang substitusi yang dekat. Paten adalah hambatan masuk yang memberikan hak guna eksklusif produk atau proses yang dipatenkan kepada penemunya.
            HARGA : VARIABEL YANG KEEMPAT
 Suatu perusahaan memiliki kekuatan pasar ketika perusahaan itu memiliki suatu kontrol atas harga produknya – menaikkan harga produknya tanpa kehilangan semua kuantitas yang diminta. Perusahaan melakukan hal ini baik dengan mendirikan hambatan masuk bagi perusahaan baru atau dengan mencegah perusahaan lain untuk memproduksi produk yang sama.
            “harga adalah variable keputusan untuk perusahaan persaingan tak sempurna . perusahaan yang punya kekuatan pasar seharusnya tidak hanya memutuskan (1) berapa banyak barang akan diproduksi, (2) bagaiman memproduksinya,dan (3) berapa banyak yang diminta di tiap pasar input , tapi juga (4) berapa harga yang akan ditetapkan untuk output mereka. “
Penerimaan marjinal dan permintaan pasar
Perusahaan monopolistis yang memaksimalkan laba akan terus memproduksi output selama penerimaan marjinal melebihi biaya marjinal. Karena kurva permintaan pasar adalah kurva permintaan bagi pelaku monopoli itu, perusahaan monopoli menghadap kurva permintaan miring ke bawah . semua perusahaan termasuk, perusahaan monopoli, meningkatkan output selama penerimaan marjinal lebih besar dari pada biaya marjinal. Segala selisih positif antara penerimaan marjinal dan biaya marjinal bisa dianggap sebagai laba marjinal. Laba total adalah selisih antara penerimaan total dan biaya total, di antara persaingan sempurna , adanya laba positif memberikan insentif untuk perusahaan baru memasuki industry tersebut , sehingga menggeser penawaran ke kanan , mendorong harga turun , dan menghapus laba. Perusahaan monopoli tidak punya kurva penawaran, yang tergantung pada kurva permintaan produknya. Suatu kurva penawaran memperlihatkan kuantitas output yang bersedia ditawarkan oleh perusahaan pada tiap tingkat harga. Pelaku monopoli menetapkan harga dan kuantitas, jumlah output yang ditawarkan tergantung pada kurva biaya marjinal maupun  kurva permintaan yang dihadapinya.
MONOPOLI DALAM JANGKA PANJANG DAN JANGKA PENDEK.
Dalam jangka pendek, semua perusahaan menghadapi factor produksi yang tetap dan tidak dimungkinkan adanya hambatan masuk atau keluar dari industry. Kurva biaya marjinal jangka pendek dari suatu perusahaan kompetitif sempurna berkemiringan menaik dan ke kanan karena keterbatasan yang disebabkan oleh factor produksi tetap tersebut. Tapi dalam jangka panjang , perusahaan bisa masuk dan keluar dengan bebas dari industry.     
MEMBANDINGKAN KOMPETISI SEMPURNA DAN MONOPOLI
Salah satu cara untuk memahami monopoli adalah membandingkan output dan harga ekuilibrium dalam industry kompetitif sempurna dengan output dan harga yang akan dipilih jika industry yang sama dikelola sebagai suatu monopoli.
PERILAKU MENCARI SEWA
Perilaku mencari sewa adalah tindakan yang dilakukan oleh rumah tangga atau perusahaan untuk melindungi laba positif. Sewa adalah penghasilan untuk factor produksi yang penawarannya sangat terbatas. Perilaku mencari sewa memiliki 2 implikasi penting .
Pertama : perilaku ini mengkonsumsi sumber daya. Lobi dan membangun hambatan masuk bukanlah aktivitas tanpa biaya.
Kedua: frekuensi perilaku mencari sewa mengarahkan kita pada pandangan lain pemerintah. Gagasan perilaku mencari sewa  memperkenalkan paham kegagalan pemerintah (government failure) yang terjadi ketika pemerintah menjadi alat pencari sewa, dan alokasi sumber daya menjadi lebih tidak efisien dengan campur tangan pemerintah. Gagasan kegagalan pemerintah berada di pusat teori pilihan public yang artinya adalah suatu teori ekonomi bahwa pejabat public menetapkan kebijakan ekonomi dan mengatur tindakan permainan bisnis dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, seperti yang dilakukan oleh perusahaan .
DISKRIMINASI HARGA
Diskriminasi harga menetapkan harga berbeda pada pembeli berbeda. Motivasi diskriminasi harga adalah: jika perusahaan bisa mengidentifikasi orang yang bersedia membayar harga barang lebih tinggi, perusahaan bisa menghasilkan laba lebih besar dari mereka dengan menetapkan harga lebih tinggi . diskriminasi harga sempurna terjadi ketika suatu perusahaan menetapkan jumlah maksimum yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk masing – masing unit.
PERKEMBANGAN UNDANG – UNDANG ANTITRUST: LATAR BELAKANG SEJARAH
Trust adalah suatu pengaturan dimana pemegang saham perusahaan independen setuju untuk menyerahkan saham mereka sebagai ganti sertifikat trust, yang memungkinkan mereka mendapatkan pangsa laba umum trust kelompok. Anggota trust kemudian mengoperasikan trust sebagai monopoli, yang mengontrol output dan menetapkan harga.
UNDANG – UNDANG ANTITRUST YANG TERKENAL
Kongres mulai merumuskan peraturan antitrust pada tahun 1887 kongres menciptakan ICC (interstate commerce commission) komisi perdagangan antar Negara bagian. Adalah suatu kelompok pengatur federal yang diciptakan oleh kongres pada tahun 1887 untuk memantau dan mengoreksi penyimpangan dalam industry rel kereta api. Untuk memantau dan mengoreksi penyimpangan dalam industry rel kereta api , Akta Sherman (Sherman Act) diloloskan oleh kongres pada tahun 1890 , akta yang menyatakan bahwa segala kontrak atau konspirasi untuk mengendalikan perdagangan antar Negara bagian atau Negara adalah illegal dan menyatakan bahwa segala upaya monopoli , sukses atau toidak , adalah pelanggaran hokum . penafsiran perilaku tertenrtu berdasarkan hokum diserahkan pada pengadilan.
AKTA CLAYTON DAN KOMISI DAGANG FEDERAL, 1914
Akta Clayton diloloskan oleh kongres pada tahun 1914 untuk memperkuat akta sherma dan memperjelas aturan kelayakan . akta ini melarang perilaku monopoli tertentu seperti kontrak mengikat , diskriminasi harga, dan merger tak terbatas. Komisi dagang federal (FTC) kelompok pengatur federal diciptakan oleh kongres tahun 1914 untuk menginvestigasi struktur dan perilaku perusahaan yang terlibat dalam perdagangan antarnegara bagian untuk menentukan apa yang membentuk perilaku “tak adil” yang melanggar hukum , serta untuk mengeluarkan perintah cegah dan tangkal untuk semua yang ditemukan melanggar undang – undang antitrust. Aturan per se adalah aturan yang dinyatakan oleh pengadilan yang menyatakan tindakan terteentu atau hasil tertentu sebagai pelanggaran undang – undang antitrust per se (hakiki) tidak peduli hasilnya layak atau tidak.
MENGAJUKAN TUNTUTAN ANTITRUST
Akta Wheelet – Lea (1938) memperluas bahasa akta komisi dengan federal untuk memasukkan metode persaingan yang “menipu” serta “ tak adil”.  Divisi antitrust ( departemen keadilan AS) salah satu dari dua badan federal yang diberi kekuasaan untuk bertindak melawan pelanggar undang – undang antitrust. Deivisi ini mengajukan tuntutan hukum terhadapa orang yang melanggar undang – undang antitrust dan memutuskan kasus mana yang akan diadili dan yang akan dituntut pidana.
MONOPOLI ALAMIAH

Monopoli alamiah adalah suatu industry yang merealisasikan skala ekonomis yang besar dalam memproduksi produknya dimana akan paling efisien jika produksi barang atau jasa itu dilakukan oleh satu perusahaan jasa.    

BAB 12 Ekuilibrium Umum dan Efisiensi Persaingan Sempurna

Anggota:

Ariq Athallah Nurhanto

Sri Devi Susilowati

Alvin Brilian Jaya

Dhesthy Mahardini Laras

Mahardhika Ristiyana Herawati

Bagas Suryo Dwi Puryanto

Buyung Sidik Maulana

Dosen:
Prof. Dr. M. Wahyuddin
Novel Idris Abas


Ekuilibrium Umum dan Efisiensi Persaingan Sempurna
            Perusahaan dan rumah tangga berinteraksi baik dalam pasar input maupun output. Pasar input dan output tidak bisa dipertimbangkan secara terpisah atau seolah olah keduanya beroperasi secara independen. Untuk memahami keputusan yang dibuat oleh setiap perusahaan dan rumah tangga serta cara kerja masing-masing pasar., maka guna beroperasinya sistem tersebut secara keseluruhan maka harus menambahkan semuanya. Perusahaan kompetitif sempurna akan mengalami ekuilibrium jangka pendek apabila biaya dan harga marjinal sama (P=MC).
            Analisis ekuilibrium parsial (partial equilibrium analysis) merupakan proses penelaahan kondisi ekuilibrium di pasar individual dan dirumah tangga serta perusahaan individual secara terpisah. Ekuilibrium umum (general equilibrium) kondisi yang terjadi apabila semua pasar dalam suatu perekonomian berada pada ekuilibrium secara serentak. Dalam menilai kinerja setiap sistem ekonomi, harus diingat bahwa yang pertama dilakukan adalah menetapkan kriteriatersebut: efisiensi dan ekuitas (keadilan). Efisiensi adalah kondisi dimana perekonomian memproduksi apa yang diinginkan orang pada biaya yang serendah mungkin.
Bukti Formal Ekuilibrium Kompetitif Umum
            Para pakar ekonomi menyampaikan bahwa serangkainan harga yang menyamai penawaran dan permintaan di semua pasar secara serentak bisa benar-benar eksis karena dalam kenyataannya ada ribuan pasar. Jika serangkaian harga seperti ini tidak mungkin terjadi, hasilnya bisa menjadi siklus ekspansi, kontraksi, dan instabilitas yang berkelanjutan. Mereka memperlihatkan eksistensi dari setidaknya satu rangkaian harga yang akan menjernihkan semua pasar pada sistem besar secara simultan.
Ø Efisiensi Alokatif dan Ekuilibrium Kompetitif
·   Efisiensi Pareto (Optimalitas Pareto)
          Suatu kondisi dimana tidak mungkin terjadi perubahan, yang akan membuat beberapa anggota masyarakat lebih beruntung, tanpa membuat anggota masyarakat lain merasa lebih merugi.
·      Efisiensi Persaingan Sempurna
       Untuk menunjukkan bahwa sistem persaingan sempurna menyebabkan alokasi sumber daya yang efisien, atau optimal Pareto, harus memperlihatkan bahwa tidak ada perubahan yang mungkin terjadi yang akan membuat beberapa orang lebih diuntungkan tanpa membuat orang lain rugi. Secara spesifik akan memperlihatkan bahwa paa persaingan sempurna:
1.    Sumber daya dialokasikan diantara perusahaan secara efisien
2.    Produk akhir didistribusikan diantara rumah tangga secara efisien
3.    Sistem yang ada akan memproduksi item-item yang diinginkan masyarakat

·      Alokasi Sumber Daya yang Efisien di Antara Perusahaan
       Asumsi bahwa pasar faktor itu kompetitif dan terbuka, bahwa semua perusahaan membayar input dengan harga yang sama, dan bahwa semua perusahaan memaksimalkan laba menghasilkan kesimpulan bahwa alokasi sumber daya diantara perusahaan itu efisien.
·      Distribusi Output yang Efisien di Antara Rumah Tangga
       Meskipun sistem memproduksi barang sudah tepat, dan dengan cara yang efisien, barang tersebut masih ini harus diserahkan ke orang yang tepat. Seperti halnya pasar faktor kompetitif yang terbuka memastikan bahwa perusahaan tidak menerima input yang salah, pasar output kompetitif yang terbuka memastikan bahwa rumah tangga tidak mendapatkan barang dan jasa yang salah.
·      Memproduksi Apa yang Diinginkan Orang: Bauran Output yang Efisien
       Masyarakat akan memproduksi bauran output yang efisien jika semua perusahaan bisa menyamakan harga dan biaya marjinal.
·      Persaingan Sempurna vs Pasar Riil
       Mode kompetitif sempurna dibangun berdasarkan serangkaian asumsi, yang semuanya harus diprtahankan agar kesimpulan benar-benar valid. Telah diasumsikan semua perusahaan dan rumah tangga adalah price-taker dalam pasar input maupun output bahwa perusahaan dan rumah tangga memiliki informasi yang sempurna dan semua perusahaan memaksimalkan laba.
Ø Sumber Kegagalan Pasar
            Kegagalan pasar terjadi jika sumber daya salah dialokasikan, atau dialokasikan secara tidak efisien. Hasilnya adalah pemborosan dan hilangnya nilai.
Pasar Tidak Sempurna
·      Persaingan tidak sempurna yaitu suatu industri dimana satu perusahaan dapat mengendalikan harga dan persaingan. Industri dengan persaingan tidak sempurna menimbulkan alokasi sumber daya yang tidak efisien.
·      Monopoli yaitu suatu industri yang hanya terdiri dari satu perusahaan yang memproduksi produk yang tidak memiliki substitusi dekat dan ada hambatan yang signifikan untuk mencegah perusahaan baru memasuki industri itu.
Barang Publik
·      Barang Publik atau Barang Sosial atau jasa yang memberikan manfaat kolektif bagi anggota masyarakat.  Secara umum, tidak ada seorangpun yang dikecualikan menikmati manfaat ini. Contoh klasik adalah pertahanan nasional.
·      Barang Pribadi yaitu produk yang diproduksi oleh perusahaan untuk dijual pada rumah tangga individual.
Eksternalitas
            Eksternalitas adalah biaya atau manfaat yang disebabkan oleh beberapa aktivitas atau transakasi yang ditanggung atau dibebankan pada pihak yang tidak melakukan aktivitas atau transaksi itu.


Informasi Tidak Sempurna
            Informasi tidak sempurna (imperfect information) tidak adanya pengetahuan yang lengkap menyangkut karakteristik produk, harga yang berlaku, dan seterusnya.
Ø Mengevaluasi Mekanisme Pasar
            Sumber kegagalan pasar seperti pasar tak sempurna, barang publik, eksternalitas, dan informasi tak sempurna dianggap oleh banyak pihak dapat menjustifikasi eksistensi pemerintah dan kebijakan pemerintah yang berusaha meredistribusi biaya dan pendapatan atas dasar efisiensi, ekuitas, dan keduanya.